Balai Karantina Pertanian Kendari Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Petugas Balai Karantina Pertanian Kendari Saat Mengambil Sampel Darah Hewan. (Foto: Humas BKP Kendari)

10/08/2018 1300

LABRITA.ID - Menjelang hari raya Idul Adha, Balai Karantina Pertanian Kendari semakin memperketat pengawasan sapi dan kambing yang dilalulintaskan melalui seluruh pelabuhan yang ada di Sulawesi Tenggara. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin hewan kurban terbebas dari penyakit yang membahayakan kesehatan manusia.

Kepala Balai Karantina Kendari, drh. L.M. Mastari, mengaku pihaknya telah meminta kepada seluruh petugas karantina untuk memperketat pengawasan lalulintas sapi dan kambing di seluruh pelabuhan Sulawesi Tenggara. 

"Setiap sapi yang dilalulintaskan melalui pelabuhan, pasti kami periksa kesehatannya. Sampel darahnya kami ambil untuk diperiksa di laboratorium" jelas Mastari dalam rilis yang diterima Labrita.Id, Kamis (9/8/2018).

Meskipun sudah lama tak ditemukan, Mastari mengingatkan perlunya mewaspadai penyakit anthrax dan brucellosis. "Anthrax terakhir ditemukan di Sultra tahun 1975. Untuk brucellosis, laboratorium kami sudah terakreditasi oleh KAN untuk lakukan pengujian RBT untuk deteksi penyakit ini" ungkapnya.

Anthrax sendiri dapat menular pada manusia dan mengakibatkan kematian sedangkan brucellosis dapat menyebabkan keguguran pada ternak sapi.

Kendati Balai Karantina Pertanian Kendari tugas pokoknya memeriksa di pintu masuk dan keluar (bandara dan pelabuhan), tetapi Mastari mengaku pihaknya tidak menutup kemungkinan akan ambil bagian dalam pemeriksaan hewan kurban masyarakat di tempat pemotongan.

"Jika dibutuhkan, pihak kami siap membantu untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum disembelih. Kami punya 9 orang dokter hewan yang siap bekerjasama" akunya.

Berdasarkan pantauan Balai Karantina Pertanian Kendari, sebulan terakhir tercatat  frekuensi dan jumlah sapi maupun kambing yang diantarpulaukan di dalam wilayah Sultra baik masuk ataupun ke provinsi lain terus meningkat. 

Tercatat dari Juni-Juli jumlah sapi yang keluar ke Sulsel meningkat dari 133 ekor menjadi 586 ekor. Sedangkan kambing juga mengalami kenaikan. Kambing dari Sulsel ke Sultra naik dari 127 ekor menjadi 276 ekor. Jumlah ini bisa terus meningkat sampai menjelang hari raya Idul Adha.**