Bahaya Sampah Ketika Mencemari Air
Saat Diskusi Peringatan Hari Sampah Nasional. (Foto: Ana Pratiwi/Labrita.Id)
LABRITA.ID - Sampah merupakan bahan sisa kegiatan yang tidak diharapkan berakhir pada suatu proses produksi.
Sumber sampah dari industri, rumah tangga, sektor pertanian, perdagangan, dan perkantoran.
Berbagai sampah tersebut dapat dikeluarkan di alam bebas, dapat mencemari Lingkungan karena mengandung zat berbahaya.
"Sangat banyak sampah yang berbahaya, salah satunya plastik," jelas mengundang Ikatan Pemuda Peduli Lingkungan Indonesia, Musdalifah, Kamis (21/2/2019).
Sampah plastik banyak digunakan karena murah, lentur, mudah didapat, dan mudah dibawa.
"Hal inilah yang menyebabkan industri, pusat alih, dan rumah makan lebih memilih menggunakan plastik," kata Musdalifah saat acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar UK Selam Universitas Halu Oleo.
Baca: World Clean Up Day: Mahasiswa Bersihkan Teluk Kendari
"Jika sampah plastik industri tersebut dibuang ke laut atau sungai, akan memberikan dampak yang buruk bagi kelangsungan ekosistem di sana," jelas Musdalifah.
Musdalifah menyebutkan, setidaknya ada enam dampak negatif sampah plastik terhadap sungai dan laut.
"Pertama menghambat pertumbuhan ekosistem, merusak terumbu karang, mematikan hewan, pencemaran estetika, dan memicu kemiskinan wilayah pesisir, serta menjadi sumber penyakit," urainya.
Kata Musdalifah, kondisi demikian dapat memicu terjadinya penyakit bagi warga di sekitar laut ataupun sungai.
"Bagi masyarakat sekitar banyak yang terganggu kesehatannya mulai dari diare, kudis, kurap, DBD. Ini untuk efek kontak langsung," jelasnya.
Untuk kontak yang tidak langsung juga kalah. "Jika sampah tersebut terurai maka akan dikeluarkan zat yang mengandung mikroplastik. Bila termakan oleh ikan dan masuk ke manusia lalu masuk ke aliran darah, maka akan menjadi kanker. Contohnya sudah terjadi di Cina," kata Musdalifah.
Laporan: Ana Pratiwi