Nasib Ojek Pangkalan Dipepet Ojol di Kendari

Ojek Online di Kota Kendari

27/06/2019 179

LABRITA.ID - Seperti halnya di berbagai kota lain di Indonesia, ojek online juga mulai menjamur di Kendari. Kondisi ini membuat ojek pangkalan (konvensional) mesti berbagi penumpang. 

Diungkapkan La Ode Haebanuddin yang biasa mangkal di depan Universitas Halu Oleo, sebelum munculnya ojek online di Kendari dirinya bisa meraup penghasil minimal 4 jutaan dalam sebulan. Namun saat ini, ia mengaku rata-rata hanya mampu mendapat maksimal 3 jutaan rupiah.

Yang dikesalkan Haebanuddin seringkali ia mendapati pengemudi ojek online mengambil penumpang bukan berdasarkan pesanan dari aplikasi.

Baca Juga: Senjakala Becak di Kendari, Hidup Segan Mati Tak Mau

"Mereka kadang  mengambil penumpang yang tidak di pesan lewat aplikasinya. Seharusnya jangan begitu, apalagi di sekitar situ ada pangkalan kami," keluhnya lelaki yang telah menjadi pengemudi ojek sejak 2006 ini.

Untuk itu, ia kadang tak segan menghentikan ojek online yang berbuat demikian dan meminta menurunkan penumpangnya.

Hal senada dikeluhkan Heri yang biasa menunggu penumpang di depan Gedung FISIP UHO. Sebelum adanya ojek online dalam sehari ia bisa mendapat minimal 100 ribu, tetapi kini penghasilan Heri turun sampai setengahnya.

Ia juga mengaku kesal karena beberapa kali memergoki ojek online yang mengambil penumpang di sekitar wilayah mereka biasa mangkal.

Mereka mengakui jika ojek online memang lebih memudahkan penumpang. Namun, mereka berharap ada regulasi yang mengatur sehingga tak ada pihak yang dirugikan, khususnya ojek konvensional.

"Harapannya aturan terkait zona untuk ojek online dan ojek pangkalan supaya kami (ojek pangkalan) tidak dirugikan," pungkasnya.

Laporan: Sitti Herni