Dosen Keperawatan FK UHO Ajarkan Senam Kegel Kepada Lansia
Tim dari Prodi Keperawatan FK Universitas Halu Oleo Saat Memaparkan Materi Kepada Para Lansia.
LABRITA.ID - Pada usia lanjut tak dapat dipungkiri banyak fungsi organ tubuh yang mulai berkurang. Salah satu efeknya, berbagai aktivitas yang terjadi pada tubuh seringkali tak disadari. Inkontinensia urine misalnya biasa dialami para lansia.
Inkontinensia urine merupakan suatu keadaan di mana seseorang tidak mampu menahan dan mengontrol keluarnya urine, sehingga terjadi pengeluaran yang tidak disadari atau biasa disebut mengompol. Meskipun kondisi ini bisa juga diakibatkan karena cedera, tetapi secara umum faktor umur yang sepuh menjadi penyebabnya.
Penanganan penurunan fungsi fisiologis pada organ tubuh ini dapat ditangani dengan berbagai cara. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan latihan senam kegel. Senam ini dilakukan dengan tujuan melatih otot dasar panggul menjadi lebih kuat dan uretra dapat tertutup dengan baik.
Untuk itu, para dosen pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo memberikan penyuluhan dan pelatihan senam kegel kepada warga lanjut usia yang tinggal di Loka Rehabilitasi Tresna Werdha Minaula Kendari pada Minggu (20/10/2019).
Ketua Prodi Ilmu Keperawatan FK UHO, Ns. La Rangki, S.Kep., M.Kep., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi tridarma perguruan tinggi terkait dengan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya kegiatan ini sangat baik dan penting terutama bagi para lansia yang mengalami inkontinensia urine.
Setelah acara penyambutan, sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan yang dimulai dengan penyuluhan kesehatan mengenai konsep inkontinensia urin yang dipaparkan Rahmawati, M. Kes. Dalam presentasenya, Rahmawati selaku ketua tim menyampaikan terkait pengertian, penyebab, cara penanganan, serta diskusi terkait inkontinensia urine.
Meskipun dilakukan tengah hari, para peserta ternyata sangat antusias. Terbukti di sesi diskusi mereka banyak bertanya kepada pemateri berkaitan dengan inkontinensia urine.
"Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan solusi sebagai alternatif para lansia yang mengalami inkontinensia. Harapannya dapat memberikan manfaat promotif dan preventif kesehatan, terutama bagi lansia yang sudah menderita inkontinensia maupun yang belum mengalami inkontinensia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," terang Rahmawati dalam rilisnya.
Usai diskusi, para peserta langsung melakukan praktek terkait senam kegel. Tiga instruktur, yakni Ns. Sukurni, M. Kep., Ns. Haryati, M. Kep., Ns. Laode Alifariki, M. Kes. ikut memberikan arahan dan membantu para peserta lansia melakukan senam kegel.
Rahmawati mengaku, para peserta dianjurkan rutin melakukan senam kegel setiap hari. Dua minggu setelah kegiatan para peserta lalu dievaluasi terkait efek yang didapatkan.
"Sebagian besar peserta mengatakan bahwa senam kegel yang dilakukan dengan rutin telah memberikan efek positif bagi mereka yakni menurunnya kejadian ngompol bagi para lansia tersebut," terang Rahmawati.
Laporan: Ornalis