Kronologis Demonstrasi Peringatan Kematian Mahasiswa di Kendari yang Berakhir Bentrok

Demonstrasi Mahasiswa di Kendari Dibubarkan Helikopter Polisi. (Foto: Labrita.Id)

28/09/2020 1695

LABRITA.ID - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen gerakan di Kota Kendari menggelar aksi setahun tewasnya Randy dan Muhammad Yusuf Qardawi di perempatan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (26/09/2020).

Aksi yang digelar sebagai bentuk protes dan keprihatinan terhadap penanganan kasus dua mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas saat aksi di depan Kantor DPRD Sultra pada 26 September 2019 lalu ini, dimulai sekitar pukul 11 siang.

Para perwakilan mahasiswa bergantian orasi di hadapan aparat kepolisian yang mengamankan unjuk rasa. Para mahasiswa menempeli tameng aparat dengan gambar Randi dan Yusuf.

Polisi Gunakan Helikopter

Kondisi mulai memanas saat permintaan mahasiswa tak disahuti. Sejumlah ban luar bekas dibakar demonstran. Pihak kepolisian lalu menghalau barisan mahasiswa dengan satu unit helikopter yang terbang dalam posisi rendah. Mahasiswa pun berhamburan dan terpukul mundur dari posisi awal mereka berkumpul.

Penggunaan helikopter ini pun menjadi sorotan para perwakilan mahasiswa. "Kami tidak percaya lagi dengan Kapolda Sulawesi Tenggara. Nyata-nyata kami datang ke sini dengan baik-baik, tapi malah diusir menggunakan helikopter," kata La Ode Muhammad Izat Taslim selaku Ketua KAMMI Sultra di lokasi demonstrasi.

Setelah sembat berhamburan dihalau helikopter, para mahasiswa kembali berkumpul dan bergantian melakukan orasi. Tak kunjung permintaan mereka disahuti, sebagian mahasiswa mulai melempari polisi dengan potongan kayu dan batu.

Menjelang sore, sekitar jam 4, polisi mendesak mundur massa aksi dengan tembakan gas air mata dan meriam air. Mahasiswa membalasnya dengan lemparan batu. Demonstran juga membakar ban luar bekas di lokasi.

Sejumlah Mahasiswa Ditangkap

Menjelang Magrib pihak kepolisian mendesak para mahasiswa hingga ke Bundaran Kantor Gubernur Sultra. Mereka lalu meminta agar para mahasiswa segera membubarkan diri. Imbauan tersebut dibalas mahasiswa dengan kembali membakar ban luar bekas. Mahasiswa juga memalang sejumlah ruas jalan dengan batu, batang kayu, dan tiang rambu lalu lintas yang telah dirobohkan sebelumnya.

Polisi kembali menembakkan gas air mata untuk menghalau mahasiswa sambil mengerahkan maju secara perlahan polisi anti huru-hara di barisan depan. Beberapa mahasiswa yang terpisah dari kerumunan utama berhasil ditangkap polisi.

Mahasiswa Terdesak Mundur

Menjelang Isya mahasiswa didesak hingga ke Bundaran Tank Andounohu. Mereka kembali merobohkan sejumlah rambu lalu lintas untuk memalang jalan. Mahasiswa juga kembali membakar sejumlah ban luar bekas di lokasi.

Setelah Isya mahasiswa terus didesak pihak kepolisian hingga ke pertigaan kampus UHO. Akibatnya arus lalu lintas sekitar pertigaan kampus UHO dan perempatan Anduonohu terganggu dan dialihkan. Bentrok baru reda di atas pukul 21.00 Wita. (to/on-03/04)