MRI ACT Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Kendari

Suasana Pemeriksaan Kesehatan dan Bazar Pakaian MRI ACT Sultra. (Foto: La Ato/ Labrita.id)

25/07/2019 126

LABRITA.ID - Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Tenggara (MRI-ACT) Sulawesi Tenggara menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sabtu (06/07/2019).

Ketua MRI ACT Sultra, Aswar Samaila mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga: Peduli Banjir Sentani, Yayasan Baitul Maal PLN UPDK Kendari Gandeng MRI ACT Sultra

"Semoga dengan cara kita datangi seperti ini bisa memotivasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya. Dengan begini mereka tidak perlu lagi repot untuk ke rumah sakit atau ke tempat praktek," kata Aswar.

Pemeriksaan kesehatan seperti ini dilakukan tergantung waktu luang dari pengurus dan relewan yang ada.
"Karena kita organisasi kerelawanan, jadi waktu pelaksanaannya tidak menentu. Tergantung kesempatan dan waktu luang dari teman-teman. Karena pengurus dan relawan yang ada ini kebanyakan dari kalangan mahasiswa yang masih aktif kuliah," lanjut Aswar.

Baca Juga: MRI ACT Kolaka Terdepan Lakukan Aksi Kemanusiaan di Sultra

Pemeriksaan kesehatan ini sendiri meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, dan asam urat.
"Untuk saat ini kami belum punya relawan dokter. Jadi kita hanya tes saja. Jika hasilnya sangat memprihatikan, kita rekomendasikan ke dokter supaya dikasih resep," kata Aswar lebih lanjut.

Selain menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, dia juga mengatakan pihaknya mengadakan bazar pakaian layak pakai. "Kami juga menjual pakaian yang masih layak untuk digunakan," kata Aswar.

Pakaian yang dijual tersebut merupakan hasil sumbangan dari masyarakat untuk korban banjir yang ada di Konawe Utara. "Beberapa pekan yang lalu kita sudah kirim beberapa logistik dan pakaian layak pakai di sana. Tetapi sisanya masih menumpuk di sekretariat. Solusinya kita jual seperti ini. Dengan harga 2 ribu sampai dengan 10 ribuan. Hasilnya nanti akan kita sumbangkan kepada yang lebih membutuhkan. Jika di Konawe Utara masih membutuhkan bantuan, hasilnya akan kita kirimkan ke sana. Tentunya dalam bentuk barang. Entah itu makanan ataupun barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok," tutup Aswar.

Laporan: La Ato