Universitas Muhammadiyah Kendari Solusikan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Konawe Selatan
Mahasiswa UMK saat membimbing warga. (Foto: Ist/Labrita.Id)
LABRITA.ID - Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan dan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) tahun 2018 di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
Ketua pelaksana program ini di Desa Amohalo, Ary Tamtama mengungkapkan bahwa program yang dilaksanakan di Desa Amohalo berdasarkan hasil survey sebelum program dilakukan.
"Desa ini merupakan salah satu desa yang baru berkembang di Kecamatan Konda. Wilayahnya cukup terisolir dan sampai saat ini belum dialiri listrik. Makanya ini kami anggap layak untuk kami buatkan program," terang dosen UMK ini kepada Labrita.Id.
Menurut Ary, Desa Amohalo memiliki potensi lahan pertanian dan budidaya ikan air tawar. Namun, selama ini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik pertanian dan budidaya ikan yang benar menjadi kendalanya.
"Makanya melalui program KKN PPM ini kami memberikan pelatihan kepada masyarakat khususnya teknik pembuatan pupuk dan pakan ikan. Ini kami pikir perlu untuk mendukung usaha masyarakat setempat yang selama ini masih melakukan secara tradisional," jelas Ary.
Salah satu dosen pembimbing program ini, Mohammad Rais mengatakan Desa Amohalo masih tertinggal dari desa-desa lainnya di Konawe Selatan.
"Namun jika mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki khususnya sektor pertanian dan perikanan air tawar, ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bisa saja akan menjadi sentra hasil pertanian dan perikanan air tawar di masa depan,” tegasnya Rais.
Selain itu, program yang dilakukan juga berupa pembinaan dalam bidang pendidikan. Diungkapkan Citra Prasisca Tohamba selaku dosen pembimbing khusus mahasiswa FKIP bahwa pendidikan juga menjadi poin yang mesti diperhatikan di desa ini.
"Makanya kehadiran mahasiswa KKN-PPM kiranya dapat membantu peningkatan kualitas pendidikan terutama bagi anak-anak sebagai penerus generasi di desa Amohalo” katanya.
Sebanyak 35 mahasiswa ikut dalam program ini. Mereka berasal dari berbagai program studi yakni Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Prodi Agribisnis, Prodi Administrasi Pendidikan, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini.
Selama di lokasi mahasiswa melaksanakan program-program yang telah disusun sebelumnya saat pembekalan di UMK. Program yang dilakukan baik berupa program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun program pendidikan.
Program kemasyarakatan berupa pembuatan pupuk organik, pembuatan pakan ikan, pembuatan demplot kebun organik, dan kolam pembudidayaan ikan lele dan patin yang diprakarsai mahasiswa Fakultas Perikanan dan Pertanian. Sedangkan mahasiswa dari FKIP melakukan proses pengajaran pada sekolah-sekolah.
Selain program utama yang dilaksanakan, adapula program yang merupakan hasil diskusi dengan pemerintah desa seperti pembinaan baca tulis Al Qur’an, kursus singkat bahasa Inggris bagi anak-anak, pelatihan pengoperasian komputer, penyusunan administrasi desa bagi aparatur desa, pembinaan dan pembenahan sarana olahraga.
Selama 45 hari pelaksanaan KKN-PPM, mahasiswa melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa Amohalo. Mahasiwa juga bekerjasama dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas Pertanian Konawe Selatan melalui penyuluh pertanian lapangan, serta melibatkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah untuk melakukan pengajian bagi masyarakat di desa Amohalo.**