96 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Kendari Dapat Bantuan Rehab
Wali Kota Kendari disampingi Kadis Perumahan Kota Kendari Cornelius Padang (batik biru) saat menyerahkan buku rekening bagi warga yang mendapat bantuan perbaikan RTLH.
LABRITA,ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,9 miliar untuk perbaikan 96 rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, menuturkan bahwa Pemkot terus berupaya mengurangi jumlah kawasan kumuh di Kota Kendari setiap tahun, baik melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan program lain.
“Perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulus Rumah Swadaya ini untuk mewujudkan visi misi Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, informasi dan teknologi,” bebernya, baru-baru ini
Wali Kota berharap program ini bisa mengurangi jumlah kawasan kumuh di Kota Kendari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang memastikan perbaikan 96 Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mulai dikerja September ini.
Hal ini Cornelius sampaikan kepada media saat dimintai keterangan di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari.
Dilansir dari kendarikota.go.id, dana segar dari pemerintah pusat ini sebesar Rp 1,9 miliar. Setiap KK kebagian Rp 20 juta yang langsung ditransfer ke masing-masing penerima.
Cornelius mengungkapkan, bantuan perbaikan RTLH yang bersumber dari pemerintah pusat ini menyasar enam kelurahan di Kota Kendari. Penyaluran buku rekening penerima pun telah diberikan. Hal ini terlihat saat Wali Kota Kendari menyerahkan secara simbolis buku rekening ini kepada 16 KK penerima manfaat di Kelurahan Kemaraya, baru-baru ini.
"Tahun ini enam kelurahan. Pak wali sudah menyerahkan langsung bantuan ini. Memang dari awal sudah ada kelurahan yang ditunjuk, karena kita mengusul berdasarkan SK Kumuh kita, mereka (Kementerian PUPR), red melakukan validasi. Nanti kita mencari warga yang pasti disitu," ungkapnya mantan Sekretaris Bappeda Kota Kendari ini.
Ia menambahkan, bahwa bantuan ini dalam bentuk dana segar dimana 75 persen digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan 25 persen akan digunakan untuk upah kerja, dan untuk memastikan penggunaan dana ini tepat sasaran akan ada tenaga fasilitator yang mendampingi warga.
“Nilai bantuannya itu sebesar Rp 20 juta per rumah dan nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masyarakat penerima. Sifatnya itu masyarakat yang secara swadaya memperbaiki sendiri rumahnya. Dana Rp 20 juta ini 75 persen untuk membeli bahan dan 25 persen untuk upah tenaga kerja,” pungkas Cornelius.
Enam kelurahan yang dimaksud yakni Kemaraya, Kendari Caddi, Wundudopi, Punggolaka, Matabubu dan terakhir Anggoea .