Adu Mental Guardiola dan Klopp

Liverpool vs City (Foto: liverpoolfc.com)

18/09/2019 55

LABRITA.ID - Liga Inggris mulai menunjukan dramanya. Pekan kelima menjadi dramatis ketika Manchester City kalah dari Norwich. Padahal Norwich merupakan tim promosi pada musim ini. Ada dua set drama, yaitu Norwich mampu mencetak tiga gol ke gawang Ederson Moraes. Dua gol Norwich terjadi disebabkan kesalahan pemain bertahan City, John Stone dan Otamendi.

De Bruyne berpura-pura tenang berargumen kompetisi masih panjang. Pemain yang pernah merumput di Chelsea ini membandingkan dengan tahun lalu ketika City sempat tertinggal tujuh angka dari Liverpool. Pada akhirnya City juara dengan keunggulan satu poin. Pep dengan sarkas mengucapkan selamat kepada
Liverpool yang menjadi juara pada bulan September ini saja.

Baca Juga: Liverpool atau City, Siapa Lebih Berpeluang Juara EPL 2019

Melihat situasi terkini, City terlihat lebih 'tegang' dengan kompetisi ketat untuk menjadi juara EPL. Selama ditangani Guardiola, City belum pernah kalah dari tim promosi selama 18 kali bertemu. Bila ditambah periode pelatih sebelumnya, City 25 kali berturut belum pernah kalah sejak Maret 2018.

City versi Guardiola banyak mencetak rekor ketika dua kali berturut menjuarai EPL. City mencetak rekor 100 poin pada musim 2017/2018. Musim 2018/2019, City memenangi seluruh kejuaraan kompetisi lokal dan menutupnya dengan memenangi Community Shield. Sebuah pencapaian luar biasa. Maka tidak ada alasan sama sekali bagi City untuk tidak menjuarai EPL musim ini. Bahkan pertanyaannya, rekor apa yang akan dipecahkan Guardiola di musim ini?

Dibandingkan rival terdekatnya, Liverpool, pasukan Biru Langit ini unggul segalanya. Pemain top yang dibeli dengan harga tinggi tidak hanya berada di tengah lapangan. Pemain cadangan City pun lebih mahal daripada pemain utama beberapa klub EPL lainnya. Pelatihnya pun tentu istimewa dengan sederet prestasi dan mampu meningkatkan level kualitas klub, Pep Guardiola.

Kekalahan City dari Norwich mengagetkan para penikmat sepakbola. Perbedaan City sang juara EPL dengan Norwich tim promosi bagaikan langit dengan dasar sumur. City diuntungkan dengan kompetisi tahun ini yang baru berjalan lima pekan dan masih ada 33 pertandingan liga. Selain Arsenal-nya Arsene Wenger, belum ada klub yang juara EPL tanpa terkalahkan.

Tekanan besar City berasal dari Liverpool. Klub kota pelabuhan ini merupakan rival utama City sejak dua musim terakhir. Beberapa tindakan dan pencapaian Liverpool membuat City mulai terlihat kewalahan. Musim lalu, City hanya unggul dengan 1 poin dari Liverpool ketika menjuarai EPL.

Baca Juga: Tantangan Klopp dan Guardiola di Sisa EPL 2019

Tahun ini, City mendatangkan gelandang bertahan Rodri dengan nilai £62 juta. Liverpool mendatangkan Sepp van Den Berg dan Hervey Elliott dengan nilai tidak lebih dari £3 juta. Liverpool melepas Daniel Sturidge dan City ditinggal Vincent Kompany. Klopp dengan lantang menyebutkan Liverpool bukanlah tim sekelas City yang bisa belanja £100 juta tiap tahunnya. City pun meradang. UEFA sedang intens memeriksa City terkait dugaan Financial Fair Play.

Pasukan top City dibangun dengan nilai tim menembus nilai £1,5 M dalam waktu 7 tahun. Ini belum dihitung dengan pembangunan sarana dan prasarana klub di Manchester. Tidak jelas hubungannya, City terlihat mengendur ketika mengejar Harry Maguaire untuk menggantikan Kompany. 

Harapan dan tuntutan meningkat tinggi. Pep harus menjuarai Liga Champion tahun ini. Satu-satunya kompetisi yang belum pernah disentuh Guardiola sejak meninggalkan Barcelona.Tidak mudah karena City era Pep dua musim terakhir selalu kalah oleh rival EPL yaitu Liverpool dan Tottenham Hotspurs. Tahun ini,
Juventus, Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid juga melakukan belanja lebih dari €100 juta. Persaingan tergambar akan sengit di Liga Champion tahun ini.

Klopp mendapatkan tim utamanya masih utuh dan bertambah kuat. Tanpa penambahan pemain top, kekuatan Liverpool adalah terletak pada kepercayaan terhadap pemain dan mental bertanding yang kuat. Ya, beban Klopp dengan Liverpool yang tidak pernah juara terhapus ketika menjuarai Liga Champion 2019 lalu. Kesuksesan dilanjutkan dengan menjuarai Piala Super Eropa mengalahkan Chelsea. Mental juara yang muncul dari Henderson dkk menjadi andalan Liverpool di musim ini. Mental juara inilah yang dibutuhkan untuk melewati selisih satu poin dengan City di musim lalu.

Penulis: Rizal

Tidak Ada Tag