Fenomena Sepakbola Eropa 2018
Mohammad Salah
Lupakan dulu Barcelona yang belum pernah kalah di La Liga Spanyol. Lupakan dulu Juventus yang bisa menelikung Napoli. Lupakan dulu Manchester City yang sudah menjuarai Piala Liga Inggris. Lupakan dulu Lionel Messi dan Christiano Ronaldo yang bertahun-tahun menguasai pemain terbaik dunia FIFA. Dunia sedang menunggu kedatangan "putra mahkota" baru.
Putra mahkota yang mengakhiri dominasi Messi dan Ronaldo. Konsistensi dan kontribusi mereka mulai berkurang. Umur mulai mengerogoti tulang dan otot mereka. Di sisi lain, muncul kebosanan dan keingintahuan siapa yang akan menggantikan. Putra mahkota kali ini bukanlah ditunjuk sang raja melainkan berlari sendiri. Meliuk dan menari di lapangan hijau.
Tidak cukup, dunia menunggu putra mahkota yang berempati, rendah hati, dan berprestasi. Sepakbola melawan sikap agresi dan dominasi. Sepakbola menantang perilaku agen, broker, dan penguasa industri. Sepakbola melawan diving, keangkuhan dan korupsi. Sepakbola ingin menghapus batas dan tradisi.
'Lahirlah' pemuda baru berlawanan dengan semua yang ada. Lahir di dunia sepakbola yang terus memunculkan talenta dari seluruh dunia. Lahir di dunia sepakbola yang didominasi Ronaldo dan Messi.
Banyak putra mahkota yang sudah lebih dulu lahir dan menarik perhatian dunia. Mereka mencoba menduplikasi Ronaldo atau Messi bahkan kedua-duanya. Neymar pemain termahal dan pandai 'menari'. Diving dan angkuh menjadi angka merahnya. Senang menpermainkan pemain bertahan adalah karakternya.
Kane adalah striker yang sangat menakutkan di dalam kotak penalti. Selalu mencetak lebih dari 25 gol di setiap musim kompetisi. Semua pemain bertahan selalu was-was bila Kane berlari di dalam kotak penalti. Karir Kane yang lancar dan belum pernah berpindah klub menjadi catatan tersendiri.
Icardi striker yang komplit dan berteknik tinggi. Alumni La Masia ini mampu mencetak gol sekaligus memberikan umpan-umpan matang. Icardi menghasilkan lebih dari 25 gol setiap musimnya. Icardi juga mampu menggeser Higuain dari striker utama Timnas Argentina. Namun Icardi punya banyak musuh, dua di antaranya Maxi Lopez dan Diego Maradona. Ini sesuatu yang rumit karena dimusuhi legenda negara sendiri.
Mbappe mengguncang dunia bersama Monaco. Guncangannya menaklukan singgasana PSG di Ligue-1. Bahkan diakhir musim 2017-2018, Mbappe akan menjadi pemain termahal setelah Neymar. Mbappe fenomena baru sepakbola, tetapi masih seputar liga kedua. Mbappe belum merasakan liga-liga hebat seperti La Liga, Bundesliga, Serie-A, maupun EPL.
Salah adalah fenomena tahun 2018 ini. Madrid boleh bangkit dan menghancurkan PSG di UCL. Manchester City boleh juara EPL dengan banyak rekor baru. Salah tetap fenomena sepakbola dunia.
Salah berasal dari Mesir, Afrika bukan dari Eropa dan Amerika Latin. Dua benua inilah pabrik penghasil sepakbola kelas dunia. Afrika penghasil pemain sepakbola dengan masih 'home industry'. Dulu ada George Weah kemudian muncul Didier Drogba. Salah sedang menapak jalan kedua seniornya itu.
Salah pernah gagal menjadi pemain utama saat direkrut Jose Mourinho. Setelah dipinjamkan ke Fiorentina, Salah dijual Chelsea ke AS Roma. Seperti kisah Holywood, Salah kembali ke Inggris sebagai pemain Liverpool. Kisah ini tambah menarik karena Salah masih tetap menghormati Chelsea. Tidak ada selebrasi Salah, ketika membobol gawang Chelsea di Stamford Bridge. Salah tetap bertegur sapa dengan Mourinho yang menjualnya kala berjumpa MU di Anfield.
Salah rendah hati dan dermawan. Setelah quadtrick-nya, ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada rekan se-tim di Liverpool selama ini. Ia pula dengan rendah hati mendatangi dan menyalami kiper Watford, Orestis Karnezis di akhir pertandingan untuk minta maaf karena mempermalukannya dengan 4 gol.
Selain mencetak 38 gol, Salah juga mencetak 12 assists. Salah diketahui memberikan kaosnya kepada seorang anak yang menginginkannya. Salah dikenal dermawan dengan membantu daerah kelahirannya. Paling terkenal, Salah menyumbang pembangunan Rumah Sakit di Gharbiya, Mesir.
Yang unik adalah Salah menolak dengan halus hadiah pengusaha atas kelolosan Mesir ke Piala Dunia 2018. Mamdouh Abbas seorang pengusaha di Mesir menginginkan Salah memiliki villa yang sering digunakannya. Salah mengucapkan terima kasih dan menyarankan agar Villa tersebut diberikan untuk kesejahteraan desa asal Salah di Nagrig.
Mo Salah... Mo Salah... Mo Salah... (hz-01)