Ibu-ibu di Poasia Ikuti Deteksi Dini Sindrom Metabolik Poltekkes Kendari
Ibu-ibu Kelurahan Anduonoho antusias dalam pemeriksaan kesehatan gratis tim PKM Poltekkes Kendari.
LABRITA.ID - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poktekkes Kemenkes Kendari melakukan upaya deteksi dini Sindrom Metabolik bagi para wanita di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, baru-baru ini.
PKM ini menyasar ibu-ibu yang bertajuk "Pelayanan Laboratorium Dasar dalam Upaya Deteksi Dini Sindrom Metabolik pada Wanita di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia".
Pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu-ibu Kelurahan Anduonohu, seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa darah, kadar kolesterol darah, lingkar pinggang. Kemudian, pemeriksaan berat badan, tinggi badan dan indeks massa tubuh.
Dilapangan, masyarakat terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini yang dihadiri langsung Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening beserta jajarannya.
Ratih Feraritra DA selaku Ketua Tim PKM, menjelaskan bahwa Sindrom Metabolik merupakan kondisi beberapa kelainan metabolisme didalam tubuh yang secara bersama-sama dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung), diabetes militus dan komplikasi neurologis (sistem saraf).
"Tujuan PKM ini bagaimana membuat masyarakat terutama ibu-ibu waspada terhadap kondisi yang namanya Sindrom Metabolik, karena selama ini masyarakat tahunya secara terpisah, ada hipertensi, kenaikan kadar glukosa. Kami memperkenalkan bahwa kalau kondisi itu terjadi bersamaan.
Nah kalau terjadi Sindrom Metabolik itu bisa dua kali lipat resiko terjadinya penyakit jantung dan terkait pembuluh darah lainnya," beber Ratih.
Apalagi, sambung dosen Poltekkes ini, dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekarang ini, masyarakat cenderung lebih banyak di rumah. Secara otomatis aktivitas fisik mengalami penurunan sehingga berisiko terkena Sindrom Metabolik.
"Kalau hasil dari penelitian memang lebih dari 40 persen itu perempuan terutama ibu-ibu mengalami Sindrom Metabolik . Makanya kami targetnya menyasar ke ibu-ibu. Lagi pula kalau ibunya sehat keluarganya juga sehat. Jadi kita berusaha membuat ibu-ibu yang bisa kami jangkau, bisa menjadi lebih waspada terkait kesehatannya masing-masing," tambahny.
Diketahui, masyarakat yang mengalami Sindrom Metabolik, sebaiknya harus menurunkan tekanan darahnya. Termasuk, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan HDL dan mengontrol kadar glukosa darah.
Caranya mudah, hanya dengan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah dan serat kompleks. Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti mentega, minya sayur, kulit dan lemak hewan. Selain itu, mengurangi konsumsi garam, gula, alkohol, menghentikan aktivitas merokok, kelola indeks massa tubuh pada nilai 18,5-25 dan lainnya.
PKM ini, Ratih bersama dua dosen lainnya yakni Satya Darmayani dan Fonie E Hasan.