Kemampuan Pengelolaan Sektor Pariwisata di Kota Kendari Digenjot

Pj.Wali Kota Asmawa Tosepu saat membuka pelatihan pengelolaan pariwisata Kota Kendari. Foto: Diskominfo Kota Kendari

28/10/2022 1217

LABRITA.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran, dan Penjualan pada Desa Wisata di salah satu hotel di Kendari, Rabu, 26 Oktober 2022.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, serta kompetensi pengelola destinasi dan daya tarik wisata agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Fauziah A. Rachman mengatakan,  peserta pelatihan dalam kegiatan ini berasal dari beberapa kelompok, di antaranya kelompok sadar wisata dan kelompok ekonomi kreatif (ekraf), khususnya di bidang kriya.

"Itulah kelompok yang kami latih di sini. Jadi, kalau mereka sudah terlatih, artinya tidak susah untuk meningkatkan kompetensi yang ada," kata Fauziah A. Rachman.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu saat membuka kegiatan mengatakan, wisata sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pembangunan perekonomian nasional maupun daerah, khususnya di Kota Kendari.

"Pengembangan wisata di Kota Kendari perlu didukung agar mampu mendorong kegiatan perekonomian dalam upaya meningkatkan citra pengembangan kepariwisataan dengan memanfaatkan potensi keragaman pesona keindahan alam dan budaya lokal," kata Asmawa Tosepu.

Ia menyebut, kehadiran para peserta dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualitas dan produktivitas tenaga kerja di sektor pariwisata.

"Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini selama tiga hari, para peserta harus dipastikan memiliki peningkatan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi. Sebab, sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam memajukan sektor pariwisata," ucapnya.

Pelatihan yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi beberapa bentuk, yakni pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata, kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah, pemandu wisata outbond, digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, kuliner, penginapan, dan fotografi.