Kendari Bangkit dari Pandemi Covid 19 (4)

31/10/2021 172

Oleh : Nursalama

Peserta Lomba Jurnalistik Kategori Umum


LABRITA.ID - Tahun 2019 adalah awal kemunculan penyakit covid yang sampai saat ini masih meresahkan masyarakat dunia. Penyakit covid ini bermula dari Negara China tepatnya di Kota Wuhan. Penyakit ini bernama Corona Virus Disease-19 yang di singkat menjadi COVID-19. Penyakit COVID-19 mulai merebak ke beberapa negara salah satunya Indonesia. Negara Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang hampir seluruh wilayah terpapar virus corona salah satu daerahnya yaitu kota Kendari.

            Tahun 2020 tepatnya di bulan Maret COVID-19 mulai masuk di kota Kendari, awal kemunculan penyakit corona di kota Kendari membuat masyarakat menjadi sangat khawatir dan waspada walaupun sebagian masyarakatnya ada yang percaya dan tidak percaya dengan adanya penyakit corona tersebut. percaya ataupun tidak seiring berjalannya waktu dari bulan ke bulan, muncul berbagai macam informasi yang beredar akan korban jiwa yang terpapar virus covid-19. Sehingga untuk menghindari itu pemerintah kota Kendari yakni Bapak Walikota Kendari H.Sulkarnain Kadir K.,SE.,ME mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang disingkat PPKM untuk pertama kalinya.

            Kota Kendari pada tahun 2020 awal covid pemerintah kota mengeluarkan kebijakan untuk di lakukan Lock Down selama 3 hari, keadaan kota Kendari saat itu sekolah di liburkan, pasar di tutup, toko-toko di tutup, angkutan umum harus di offkan sehingga selama 3 hari para driver angkutan umum atau sering di sebut pete-pete terpaksa tidak bekerja, tempat-tempat umum tidak di fungsikan bahkan masyarakat di himbau untuk stay at home sehingga aktivitas masyarakat itu hanya sekedar membeli makanan saja kemudian segera kembali ke rumah masing-masing. Setelah di lakukan Lock Down keadaan kota Kendari sudah kembali ke aktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah dengan 5 M yaitu: 1) memakai masker, 2) mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,3) menjaga jarak, 4) menjauhi kerumunan, 5) membatasi komunikasi dan interkasi.

            Masyarakat kota Kendari masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan dari bulan ke bulan mengalami penambahan jumlah yang terpapar covid, bahkan kota Kendari tercatat sebagai zona merah. Hal inilah yang memicu Walikota Kendari mengeluarkan SK untuk penerapan PPKM sampai level 3 yang mengharuskan masyarakat untuk bekerja di rumah, pembelajaran lewat darring, berbagai macam rapat dilakukan lewat zoom, toko-toko sebagian tutup, tempat wisata seperti Taman Walikota, Pantai Nambo, Kebun Raya Kendari semua di tutup, Hotel-Hotel jadi jarang disewa akibatnya sebagian besar karyawannya terpaksa harus di PHK, pedagang kecil menjadi susah berjualan dan para driver pete-pete maupun ojek online tidak mendapat pemasukan. Hal inilah yang membuat pemerintah kota Kendari membantu masyarakat dengan memberikan uang tunai, pembagian paket sembako, pembagian masker dan Hand Sanitizer serta pembagian pulsa data gratis kepada pengajar, siswa dan mahasiswa.

 

            Akibat dari corona yang berlangsung cukup lama membuat masyarakat memutuskan untuk kembali beraktivitas. Pemerintah pun harus mencari solusi untuk permasalahan corona ini akhirnya pemberlakuan tes swab, pcr sampai dengan vaksinasi. Hal ini di lakukan sebagai upaya pecegahan covid dan penambah daya tahan tubuh. Mulai dari Maret sampai dengan hari ini masih pemberlakukan adanya vaksinasi. Setelah peluncuran vaksinasi hampir di semua bidang, dari bidang kesehatan, bidang pendidikan, wiraswasta, perkantoran, birokrasi, para politisi semua di haruskan Vaksin, kecuali orang-orang yang punya gejala tertentu tidak di perbolehkan Vaksin. Hal ini membuat pemerintah kota dengan melihat kondisi terkini di kota Kendari mengeluarkan SK untuk sekolah-sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasa walaupun dengan cara di batasi jumlah siswanya. Para pedagang pun kembali berjualan seperti biasa, hotel-hotel pun kembali beroperasi, kampus sudah mulai tatap muka seperti biasa, mahasiswa baru pun mulai ramai berdatangan di Kendari untuk mengikuti perkuliahan offline. Bandara dan Pelabuhan kembali beroperasi seperti biasa, mesjid-mesjid dan tempat peribadatan lain kembali di fungsikan dengan baik, tempat-tempat wisata di operasikan kembali, masyarakat sudah bisa melakukan acara-acara dengan mengundang banyak orang baik acara pernikahan, acara sosial, acara partai, acara kampus maupun kegiatan organisasi.

            Berikut beberapa gambar bukti bahwa Kendari sudah mulai bangkit dari adanya Covid-19 ini dengan diadakan kegiatan yang di hadiri orang banyak pada Era New Normal sebagai berikut:

1.         Tanggal 21-23 Oktober 2021 tepatnya di Hotel Claro dalam agenda Muktamar ke X1 Ikatan Muhammadiyah Kendari.

2.         Pantai Toronipa sudah di fungsikan kembali yang di buktikan dengan salah satu gambar adanya kegiatan Outing Sekolah Alam Kendari yang terlaksana pada tanggal 19 Oktober 2021.

3.         Hotel sudah di fungsikan kembali di buktikan dengan salah satu gambar kegiatan pelatihan guru-guru Sekolah Alam Kendari yang bertempat di Plaza INN tanggal 11 Oktober 2021

4.         Agenda organisasi sudah berjalan kembali di buktikan dengan salah satu gambar agenda Dauroh Qur’an KAMMI Kendari yang berlangsung tanggal 16-18 Oktober 2021 di Aula Sekretariat KNPI

5.         Agenda berbagai Komunitas yang ikut memperingati hari bersih sedunia dengan melakukan kegiatan bersih-bersih Kota Kendari yang di laksanakan pada tanggal 18 September 2021 di Pasar buah dan Kali Kadia.

   5. Pembelajaran tatap muka sudah di berlakukan kembali, sehingga anak-anak bisa belajar langsung di sekolah.

            Alhamdulillah sampai dengan hari ini Kota Kendari sudah berada di Era New Normal. Kota Kendari dengan adanya New Normal ini sangat dibutuhkan terutama para pengajar, siswa dan mahasiswa agar mereka mendapatkan langsung pembelajaran di sekolah dan di kampus, bertemu sama teman-temannya, memakai seragam sekolah dan tentunya orang tua pun merasa terbantu dengan adanya pembelajaran offline tersebut. selain itu berangsur-angsur keadaan kota Kendari mulai membaik baik dari segi kondisi sosial maupun ekonomi.

Tidak Ada Tag