Kota Kendari Sabet Penghargaan Penanganan Wabah Covid-19 Terbaik

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. (Foto Humas Pemkot Kendari - Ipul)

02/11/2021 827

LABRITA.ID - Kota Kendari menyebat penghargaan penanganan wabah Covid-19 terbaik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihadiri langsung Sekretaris Utama (Sestama) BNPB RI, Lilik Kurniawan.

Berdasarkan data, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari Selasa 2 September Oktober 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersisa satu orang. Artinya, terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif yang signifikan di Kota Kendari. 

Gubernur Sultra, H Ali Mazi menyerahkan langsung plakat penghargaan ini kepada Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir, Selasa (2/11) disela kegiatan Rapat Koordinasi dan Penguatan Sinergi antar Lembaga dan Kemitraan dalam rangka Penanggulangan Bencana Sulawesi Tenggara 2021 yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra.

Terkait hal ini Wali Kota mengaku berterima kasih sekaligus mengapresiasi. Bahkan, kata dia, ini berkat kerjasama seluruh masyarakat.

"Tentu pertama kita menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh BNPB Pusat, namun sekali lagi saya tegaskan bahwa ini hasil kerja keras bersama.  Seluruh warga masyarakat Kota Kendari yang sudah berdisiplin mengikuti arahan pemerintah dan mematuhi protokol kesehatan. Tetapi jangan lengah karena pandemi belum berakhir. Apalagi kita sedang dihadapkan oleh potensi terjadinya gelombang ketiga diakhir tahun. Oleh karena itu ya tentu kita bangga bersyukur mendapatkan penghargaan ini tapi tidak membuat kita kehilangan kewaspadaan sebagaimana semangat BNPB bahwa harus terus bisa menghadirkan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana baik alam maupun non alam," ungkap Wali Kota. 

Diisi lain, Wali Kota  tidak menampik kasus terkonfirmasi positif masih ada. Namun, posisi yang bersangkutan bukan berada di Kota Kendari, melainkan diluar daerah, hanya saja memang ber KTP dari Kota Kendari. 

"Kemarin pun itu sebenarnya posisinya diluar daerah, cuman ber KTP Kendari sehingga dirawatnya di luar Kota Kendari. Jadi kemarin sempat ada angka lima (kasus, red). Setelah kita konfirmasi posisinya di Jogja sedang melakukan perjalanan dinas. Pulang swab teryata dinyatakan positif. Akhirnya harus dirawat disana. Kondisinya baik dan stabil hanya butuh pemulihan, sudah bisa balik," bebernya.

Terkait vaksinasi, orang nomor satu di Kota Kendari ini, menambahkan, Kota Kendari sudah berada diangka 62 persen. Angka ini termasuk tertinggi jika dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya di bumi anoa. 

"Sebenarnya sih tidak boleh dikatakan kategori rendah juga karena sudah 62 persen, bukan angka yang rendah, kalau dibanding seluuruh kabupaten kota se Sultra kita tertinggi. Jadi tergantung diukurnya dari mana. Kalau diukur dari beberapa wilayah di pulau Jawa memang, karena pulau Jawa target utama. Tetapi kita tidak berhenti terus kita berkoordinasi berbagai pihak termasuk Kementerian Kesehatan sehingga vaksinasi ini berjalan dengan baik," cetusnya kepada awak media.

Tidak Ada Tag