Masjid Terapung Kota Kendari

https://www.kompasiana.com/metiirmayanti/608bfa4e8ede486fa4144ea2/masjid-al-alam-kebanggaan-warga-kota-kendari

22/10/2021 141

Oleh : Rani Aprilya

Peserta Lomba Jurnalistik dari SMP Negeri 10 Kendari


LABRITA.ID - Salah satu tempat terkenal yang sering dikunjungi oleh para wisatawan Kota Kendari, yaitu Masjid Terapung alias masjid Al Alam. Masjid Ini mendapat julukan Masjid Terapung karena dibangun di tengah laut dan lokasinya berada pada Jalan Masjid Al Alam Lalolara Kecamatan kambu Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Saat mengunjungi masjid  ini kita akan melewati hutan bakau sehingga saat menunaikan shalat lebih nyaman dan terhindar dari kesibukan jalan raya dan juga karena hamparan laut yang luas membuat kita lebih tenang saat beribadah.

 

Masjid Al Alam Menjadi ikon wisata religi Kota Kendari. Masjid ini dirancang oleh arsitek asal Sulawesi Selatan yang bernama Mursyid Mustafa. Mesjid Al- Alam mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai serta diresmikan pada tahun 2018.

 

Mesjid Ini memiliki 4 buah menara dan tiga bangunan utama yaitu: bangunan utama masjid, plaza tertutup, dan plaza terbuka

 

Masjid Al Alam selain dirancang sebagai tempat ibadah masjid ini juga dirancang untuk berbagai aktivitas yaitu kegiatan-kegiatan dakwah islam, olahraga, pariwisata, dan fotografi.

 

Masjid dengan luas kurang lebih 12.692 m ini dapat menampung ribuan jamaah dan wisatawan dan tak sedikit orang yang meluangkan waktunya bersama keluarga teman, dan handai taulan untuk mengunjungi dan shalat atau sekedar berfoto.

 

Masjid Al Alam juga kerap menjadi incaran tempat berfoto dan mengabadikan momen bersama orang-orang terdekat. Bangunan megah yang mempunyai warna bervariasi warna biru, putih dan emas serta hamparan lautan yang sangat luas mewarnai senja sore hari yang indah menawan dan malam gelap yang diterangi oleh lampu lampu.

 

Karena terkenalnya alam dan banyaknya pengunjung membuat para pedagang kaki lima berdagang di sana.

 

Itulah masjid yang sangat dibanggakan oleh masyarakat kota Kendari dan masyarakat Sulawesi Tenggara pada umumnya.

 

Tidak Ada Tag