Mengintip Perpustakaan Kelas Dunia University of Malaya

Perpustakaan Universitas Malaya. (Foto: Perpustakaan University of Malaya)

01/01/2019 537

LABRITA.ID - Ketika memasuki University of Malaya (UM), sulit membayangkan jika ia merupakan kampus yang masuk 100 besar dunia menurut QWorld Rank. Kampusnya sederhana dengan gedung-gedung model lama. Rerata bangunan di UM enam lantai dan tak ada gedung pencakar langit.

Ketika tiba di stasiun LRT, antrian bus mengular lebih dari 20 orang. Hem, ok lah. Ini sungguh teratur. Jadwal bus yang tertera di app Moovit sudah terlewati 5 menit. Halaah.

Ketika tiba di International Postgraduate Student (IPS), baru terasa suasana universitas internasional. Percakapan mahasiswa dan karyawan didominasi dengan bahasa Inggris. Ruang tunggu menggunakan sofa dan meja, keren.

Perpustakaan universitas menjadi tujuan berikut bagi mahasiswa antarbangsa. Terletak di pusat kampus dan menjadi sentral transportasi publik di UM. Jika tak memiliki tujuan khusus, maka perhentian publiknya adalah perpustakaan universitas.

Baca: Desa di Indonesia Digenjot Miliki Perpustakaan


Ada ruang ukuran 8x8 m2 yang berisi loker-loker. Pengunjung bisa menaruh bawaannya di sana. Disediakan juga meja panjang untuk makan dan minum. Semua full AC sejak masuk bangunan perpustakaan. Menariknya ada tempat menaruh payung basah di depan pintu masuk.

Salah satu bagian bangunan perpustakaan ada ruang belajar yang bisa diakses mahasiswa. Ruangan tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan karena buka 24 jam. Kursi kantor jadi standar dan nyaman untuk duduk belajar 5-6 jam.

Untuk buku tidak perlu diceritakan lagi karena sangat lengkap untuk ukuran mahasiswa post graduate. Banyak mahasiswa dari perguruan tinggi lain bahkan beberapa dari Thailand datang untuk mencari referensi. Top ya.

Tak kalah keren adalah perpustakaan buka hingga pukul 23.00 di hari kerja dan 16.00 di hari Sabtu dan Minggu. Perpustakaan ini memang didesain untuk lembaga pendidikan dan mahasiswa yang rajin kuliah. Asyik ya.

|rzl/*