Mewaspadai COVID-19 Klaster Perkantoran di Kota Kendari

Tes Swab Antigen ASN Pemkot Kendari. (Foto: Diskominfo Kota Kendari)

07/11/2020 377

LABRITA.ID - Kasus positif COVID-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai 6 November 2020 tercatat 2.717 orang. Dari angka ini, 2.135 orang telah dinyatakan sembuh, 548 pasien sedang menjalani perawatan, dan 34 orang meninggal dunia. Data ini merupakan yang tertinggi di wilayah Sultra. Kendari pun sempat masuk dalam zona merah penyebaran COVID-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain menyebut data pasien COVID-19 di wilayahnya didominasi ASN dan pegawai swasta. Ia mengungkap, hampir 25 persen pasien corona yang dirawat merupakan ASN lingkup Pemkot Kendari, Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra), maupun instansi vertikel. Sedangkan 33 persen merupakan pegawai swasta.

”Data hasil evaluasi yang kami pegang, hampir 25 persen klaster yang sekarang tertangani itu dari ASN, kemudian 33 persennya lagi dari swasta," kata Wali Kota Sulkarnain.

Sejumlah Kantor Lingkup Pemkot Kendari dan Pemprov Sultra Sempat Ditutup

Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari sempat ditutup selama seminggu pada 21 September 2020 lalu. Begitu pula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kendari pada 28 hingga 30 September 2020 ditutup. Sebabnya, terdapat pegawai di dua kantor tersebut terinfeksi COVID-19.

Tak hanya di lingkup Pemkot Kendari, Pemprov Sultra pun pada September lalu juga sempat menutup Kantor BPKAD dan Biro Ekonomi Sekretariat Daerah dan menerapkan work from home (WFH) karena terdapat pegawai yang positif COVID-19.

Sebelumnya, pada Agustus 2020 tiga OPD di lingkup Pemprov, yakni Sekretariat Daerah (Setda), Inspektorat, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat ditutup juga karena COVID-19.

Selain masif menggelar sejumlah rapid test, Pemkot Kendari mengeluarkan surat edaran dan Pemprov Sultra juga mengeluarkan surat imbauan untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.

Sejumlah Bank di Kendari Sempat Ditutup karena COVID-19

Tak hanya di pemerintahan, perkantoran swasta pun sempat menghentikan aktivitasnya karena pegawainya terinfeksi COVID-19. Bank Mandiri menutup kantornya pada 31 Agustus sampai 4 September 2020. Begitu pula Bank Sultra dan BRI sempat menghentikan aktivitas di salah satu kantornya karena pegawainya terinfeksi virus corona.

Dua Kampus Besar di Kendari Sempat Ditutup

COVID-19 juga memasuki lingkungan kampus di Kendari. Universitas Halu Oleo dan IAIN Kendari sempat ditutup karena dosennya terinfeksi COVID-19.

Di UHO, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ditutup pada 2 hingga 15 September 2020 karena salah satu dosen Jurusan Pendidikan Biologi dinyatakan positif COVID-19.

Di IAIN diterapkan sistem bekerja dari rumah sejak 31 Agustus hingga 4 September. Tindakan ini diambil setelah dosen sekaligus Ketua Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di kampus ini meninggal dunia karena COVID-19.

Pemkot Kendari Swab Antigen Seluruh ASN-nya

Menilik data pasien COVID-19 yang ditangani Pemkot Kendari banyak dari kalangan ASN, maka per 5 Oktober hingga 4 November 2020 dilakukan swab antigen. Dari 5.470 ASN yang mengikuti tes ini, 127 di antaranya diketahui positif berdasarkan tes swab antigen.

Direktur RSUD Kota Kendari, dr Sukirman mengatakan ASN yang diketahui positif berdasarkan tes swab antigen ini ada yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan ada yang bergejala.

"Yang bergejala ita isolasi, sedangkan yang tanpa gejala kita wajibkan karantina mandiri di rumah," terangnya kepada awak media, Rabu (4/11/2020). (il-02)