Pekan Seribu Lansia Dinkes Kota Kendari Wujudkan Herd Immunity
LABRITA.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari terus mengenjot capaian vaksinasi Covid-19. Terutama bagi para lansia, mengigat capaian vaksinasi lansia masih terbilang rendah dibandingkan sasaran lainnya.
Kepala Dinkes Kota Kendari, drg Rahminingrum menjelaskan, Pekan Seribu Lansia merupakan upaya dari Pemkot dalam mengakselerasi program vaksinasi agar Kota Kendari segera terbebas dari pandemi Covid-19.
Sasaran program ini adalah para lansia di Kota Kendari yang belum menerima vaksin. Berdasarkan data Dinkes Kota Kendari, Senin 1 November 2021, sasaran vaksinasi Lansia yakni 17.040 jiwa. Suntikan dosis pertama sudah mencapai 56.94 persen, sedangkan suntikan dosis kedua sudab mencapai 38.30 persen.
"Jadi vaksinasi massal khusus lansian ini kami akan gelar selama sepekan mulai tanggal 1 November sampai tanggal 6 November. Lokasinya di Pelataran Kantor Dinas Kesehatan Kota Kendari," ujar Kadinkes, baru-baru ini.
Menurutnya, Pekan Seribu Lansia menjadi kesempatan bagi masyarakat yang masih memiliki lansia untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Dinkes pun menyiapkan sekira 1.000 dosis vaksin untuk lansia ini.
"Kami sarankan bagi masyarakat yang masih memiliki lansia agar sebaiknya di bawah ke Dinas Kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Syaratnya cukup bawa e-KTP atau surat keterangan yang melampirkan NIK lansia," terang Rahminingrum.
Katanya, program ini dilaksanakan, mengigat masih rendahnya capaian vaksinasi lansia.
"Kami optimis dalam sepekan ini bisa mengejar target yang diharapkan pemerintah agar bagaimana Herd Immunity (kekebalan kelompok, red) 70 persen dan vaksinasi lansia 60 persen bisa kita capai sehingga PPKM bisa turun ke level satu," cetus Rahmi sapaan akrabnya.
Berdasarkan data Dinkes Kota Kendari, total sasaran vaksinasi mencapai 265.147 jiwa, yang menyasar tenaga kesehatan, pelayan publik, lansia, masyarakat umum dan rentan, remaja dna gotong royong.
Minggu, 1 November Oktober capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 63,21 persen atau 167.609 jiwa. Sedangkan dosis kedua mencapai 42,19 persen atau 111.864 jiwa.