Penyertaan Modal Pemkot Kendari kepada Bank Sultra Disetujui DPRD

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan. Foto: Diskominfo Kota Kendari

10/09/2021 174


LABRITA.ID - Penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kepada Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat restu DPRD Kota Kendari. 

Persetujuan tersebut diambil dalam rapat paripurna penetapan Raperda atas perubahan Perda Kota Kendari nomor 11 tahun 2014 tentang penyertaan modal pemerintah daerah kepada Bank Sultra ang digelar di gedung DPRD Kota Kendari secara hybrid pada Senin (6/9/2021) malam.

Tujuh fraksi di DPRD Kota Kendari satu suara menerima penetapan Raperda atas perubahan Perda Kota Kendari nomor 11 tahun 2014 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Bank Sultra untuk ditetapkan sebagai Perda setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi Sultra. 

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD Kota Kendari, Ilham Hamra yang membacakan pandangan tujuh fraksi mengatakan, DPRD Kota Kendari mendukung upaya pemda Kota Kendari menginvestasikan dananya pada bank Sultra, karena bisa memberikan nilai lebih baik dari sisi pendapatan maupun pengembangan usaha di kota Kendari. 

"Diharapkan dengan adanya penambahan penyertaan modal pada Bank Sultra ini dapat memberikan dampak positif bagi iklim investasi khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah dalam mengakses permodalan sehingga pembangunan Kota Kendari terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini dapat tumbuh berkembang maju dan sejahtera," ungkapnya. 

Sedangkan Wakil Wali kota Kendari, Siska Karina Imran menjelaskan, penyertaan modal daerah pada Bank Sultra dapat memperkuat struktur permodalan dan peningkatan pendapatan asli daerah. 

"Peningkatan pendapatan asli daerah melalui hasil laba yang diperoleh dari hasil laba yang diperoleh dalam bentuk deviden, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dapat memperoleh manfaat ekonomi, sosial dan manfaat strategis lainnya," ungkap Siska. 

Rapat paripurna pengambilan keputusan raperda ini dihadiri 25 anggota baik secara langsung maupun secara daring.