Piala Dunia 2018: Pembuktian Jalan Panjang Australia

Tim Nasional Australia.

08/06/2018 1996

LABRITA.ID - Piala Dunia 2018 merupakan kali kelima Australia kick off di putaran final. Tim ini pertama kali menginjak putaran final saat turnamen yang digagas Jules Rimet tersebut digelar 1974 di Jerman Barat. Socceroos baru muncul lagi saat putaran final kembali digulirkan di tanah Jerman 2006. Mereka lalu menjadi langganan piala dunia (setidaknya) hingga di Rusia 2018.

Sebagai negara yang pernah bergabung di dua konfederasi sepakbola, Australia menapaki putaran final piala dunia melalui jalan panjang sejak pertama berpartisipasi 1966. Hal itu dilalui ketika masih 'berseragam' Konfederasi Sepakbola Oceania (OFC). Saat di OFC (sampai 31 Desember 2005), Australia hanya dua kali melenggang ke putaran final piala dunia. Itu pun dengan susah payah melalui jalur playoff (1974 dan 2006).

Negara berperingkat 40 FIFA ini (17 Mei 2018) memang selalu lebih mendominasi negara lain di kawasan Oseania saat kualifikasi piala dunia. Terbukti mereka tujuh kali menjadi yang terbaik di kualifikasi konfederasi dan nyaris lolos. Penyebab mereka tak lolos karena juara kualifikasi OFC masih harus menjalani laga playoff entah melawan negara dari Asia atau Amerika Utara, ataupun lebih parahnya bertemu negara kawasan Amerika Selatan atau Eropa.

Saat playoff Piala Dunia 1970, Aussie takluk dari Israel yang masih bergabung di Asia. Pada 1986 mereka ditekuk Skotlandia. Di 1994 asa sempat terjaga setelah mengandaskan Kanada di playoff pertama. Namun, harapan mereka hancur di tangan Argentina. Lalu 1998 mereka kalah 'pedis' dari Iran yang unggul gol tandang. Kemudian mimpi mereka pupus saat takluk dari Uruguay pada 2002. Sedangkan di piala dunia sisanya semasa di OFC mereka selalu tersisih sejak kualifikasi.

Kesulitan mendapat tiket 'langsung', Australia mengambil langkah praktis dengan cara hengkang dari OFC. Terhitung 1 Januari 2006 mereka resmi 'berkostum' Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Setelah hijrah, terbukti mereka tak pernah absen mewakili Asia di putaran final hingga di Rusia 2018.

Jika semasa di OFC perjalanan Australia ke piala dunia identik dengan waktu menunggu, maka di AFC identik dengan jarak tempuh. Australia merupakan tim yang bepergian paling jauh untuk bisa lolos ke piala dunia, termasuk untuk mendapatkan tiket Rusia 2018. Mereka harus pergi sejauh 250 ribu kilometer. Mereka terbang ke Arab Saudi, Bangladesh, Iran, Jepang, Tajikistan, Malaysia, dan kemudian menjalani playoff melawan wakil Amerika Utara-Tengah (CONCACAF), Honduras. Walau dengan jarak tempuh yang jauh, lewat AFC seperti jalan pintas Australia ke piala dunia.

Menjadi langganan finalis piala dunia dari jalur Asia, timbul pertanyaan bagi negara yang identik dengan hewan Kangguru ini. Australia lolos karena kualitasnya atau karena tak ada lawan yang terlalu sulit dibandingkan tim dari CONMEBOL atau UEFA. Wacana ini muncul mengingat dari dua kali keikutsertaannya mewakili Asia, Australia selalu memperoleh hasil minor.

Sebagai delegasi Asia di Afrika Selatan 2010, mereka menghabiskan pertandingan penyisihan grup D dengan masing-masing satu kemenangan, seri, dan kalah. Setelah itu, mereka angkat kaki dari benua Afrika. Di Brazil 2014, mereka jadi juru kunci tanpa mengemas satu poin pun di grup B. Di 2006 (lolos dari OFC) memang Aussie tembus ke perdelapan final sebagai runner-up grup H. Namun, 3 dari 4 poin yang dimiliki Australia, ada 'bau' Asia. Satu kemenangan itu 'dicuri' dari tim Asia, Jepang.

Piala Dunia 2018 Rusia merupakan ajang pembuktian bagi Socceroos di bawah asuhan Bert van Marwijk. Meskipun ia hanya caretaker Ange Postecoglou yang memilih mundur usai memberikan tiket Aussie ke Rusia November 2017. Namun, melalui polesan Van Marwijk, Australia diharapkan bisa melangkah lebih jauh di putaran final yang kick off 14 Juni 2018. Van Marwijk sendiri merupakan pelatih yang membawa Belanda ke final Piala Dunia 2010 sebelum akhirnya dikalahkan Spanyol.

Baca: Piala Dunia 2018: Intip Gaji 32 Pelatih Timnas yang Berlaga di Rusia

Berlaga di Rusia, Australia berstatus sebagai juara Piala Asia 2015. Berbekal pemain yang didominasi merumput di Eropa yang dipimpin Tim Cahill, Aussie berada Grup C bersama Peru, Denmark, dan unggulan Prancis. Socceroos terlebih dulu akan bertemu Prancis pada 16 Juni. Lalu Denmark pada 21 Juni. Kemudian beradu dengan Peru 26 Juni. **