Program Kotaku Sentuh 16 Kelurahan di Kendari

Cornelius Padang

28/10/2021 159

LABRITA.ID - Sebanyak 16 kelurahan mendapat bantuan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) skala lingkungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang mengungkapkan, Pemkot Kendari terus berupaya mengurangi jumlah kawasan dan perumahan kumuh yang ada.

"Tahun ini ada 16 kelurahan dapat. Masing-masing kelurahan Rp 300 juta dan dua kelurahan yaitu Lalolara dan Bonggoeya masing-masing memperoleh alokasi anggaran program Kotaku sebesar Rp 1 miliar," terangnya.

"Sudah dikerja sementara berjalan dan semuanya memang betul-betul upaya dari Bapak Wali Kota. Dana memang bukan bersumber dari APBD tapi untuk memperoleh program ini memang butuh komitmen dan kerja sungguh-sungguh dari kepala daerah," terang Cornelius. 

Ia menjelaskan, Program Kotaku dari Kementerian PUPR ini selaras dengan visi Kota Kendari yang berupaya mewujudkan Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis informasi dan teknologi. Anggaran yang diberikan pun terbilang besar yakni Rp 6,8 miliar untuk penataan kumuh skala lingkungan.

"Pak Wali memang sangat intens mengharapkan program masuk karena merupakan bagian dari visi misi beliau untuk menciptakan Kota Kendari, sebagai kota layak huni, ya salah satunya mengurangi kawasan kumuh yang ada di Kota Kendari. Kalau kawasan kumuh berkurang ya otomatis visi misi beliau bisa terwujud," terang Cornelius.

Ia pun mengungkapkan, tahun depan pihaknya bakal kembali mengajukan pengusulan ke Kementerian PUPR untuk penuntasan kawasan kumuh lainnya di Kota Kendari.

Sejumlah kelurahan yang masuk dalam Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program KOTAKU skala lingkungan tahun 2021 yakni  Alolama, Baruga, Lepo-lepo, Watubangga. Kemudian, Wundudopi, Anaiwoi, Wawowanggu, Pondabea, Mokoau. Kemudian, Watulondo, Wua-wua, Andounohu. Selanjutnya, Poasia, Benua Nirae dan Tobimeita.