Tari Lulo Budaya Kota Kendari

Gambar Ilustrasi tari malulo : https://seringjalan.com/yuk-belajar-asal-usul-sejarah-tari-malulo/

19/10/2021 221

Oleh : Waode Ika Rahmatulni

Peserta Lomba dari SMP Negeri 10 Kendari


LABRITA.ID - Tari Malulo atau tari Lulo adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan menjadi budaya di kota Kendari. Tarian ini merupakan tarian masyarakat suku Tolaki yang dilakukan secara massal dan bisa dilakukan oleh semua kalangan. Tari ini sangat terkenal di Kota Kendari dan sering ditampilkan di acara pernikahan, acara adat dan lain sebagainya. Bahkan kearifan budaya lokal ini menjadi brand Kota Kendari. Tari Lulo atau Malulo ini juga dikenal sebagai tari persahabatan atau pemersatu, karena tarian ini dapat dilakukan oleh berbagai suku di kota Kendari dan dilakukan secara bersama-sama.

 

Sejarah munculnya tari Lulo berhubungan dengan sistem mata pencaharian dan sistem kepercayaan lokal masyarakat Tolaki kuno. Dahulu suku Tolaki kuno menempati wilayah daratan dan pegunungan, mata pencaharian utama mereka adalah bertani. Kebiasaan masyarakat Tolaki kuno yang menginjak- injakkan kaki kiri untuk membulir-bulirkan padi saat panen yang dalam bahasa Tolaki dikenal dengan sebutan MOLULOWI OPAE  menjadi awal mula tari Lulo. Dari kebiasaan MOLULOWI OPAE  tersebut terciptalah gerakan-gerakan tarian yang sekarang kita kenal dengan sebutan tari Lulo.

 

Dahulu tari Lulo digunakan sebagai instrumen penyembuhan warga yang sakit. Dalam kepercayaan masyarakat Tolaki, penyakit seseorang biasanya diakibatkan oleh kesalahan orang tersebut yang menyebabkan Sanghyang murka dan memberinya penyakit dengan dipandu oleh seorang dukun melakukan tari Lulo yang bertujuan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Dengan demikian, tari Lulo merupakan salah satu bentuk instrumen budaya masyarakat Tolaki yang berfungsi untuk membangun “ komunikasi ritual”  dengan para dewa yang dimaksudkan sebagai upaya untuk menghindarkan manusia dari kehancuran akibat para dewa dengan cara menghiburnya dengan tari Lulo.

 

Dalam perkembangannya, tari Malulo masih terus dilestarikan hingga sekarang bahkan telah dikembangkan menjadi gerakan yang lebih menarik, seperti Lulo kreasi, namun perkembangan dari tari Lulo tidak akan mengubah ciri khas dan nilai-nilai didalamnya.

 Tari Lulo ini tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat suku Tolaki saja namun sudah menyebar di semua daerah di Sulawesi Tenggara ,bahkan daerah sekitarnya.

 

Perkembangan tarian ini juga dapat dilihat dari berkembangnya pengiring tari Lulo. Pertunjukan tari awalnya masih menggunakan alat musik tradisional seperti Gong dan gendang. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, alat musik tersebut pun diganti dengan pemutar suara, atau musik Electone. Selain iringan dari alat musik , dalam pertunjukan tari malulo juga diiringi dengan iringan vokal yang biasanya merupakan lagu adat.

 

Tari Malulo ini biasanya dilakukan secara bersama-sama dalam jumlah banyak. Maka dari itu biasa dilakukan di arena atau tempat yang luas agar gerakan tarian dapat dilakukan dengan nyaman. tarian ini dilakukan dengan cara berkumpul dan membentuk lingkaran, Biasanya  posisi pria dan wanita  dibuat berselang-seling. dalam pertunjukan tari malulo, para penari menari sambil berpegangan tangan dan mengikuti irama. dalam berpegangan tangan ini tentu memiliki aturan dan etika sendiri yaitu telapak tangan pria harus berada dibawah tangan wanita. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar saat menarik tangan penari pria tidak menyentuh bagian dada penari wanita.

 

Gerakan tari Lulo sangat sederhana dan mudah diikuti bagi yang belum pernah melakukannya. Gerakan tarian ini lebih didominasi dengan gerakan kaki dan tangan yang diayunkan maju dan mundur serta ke kanan dan ke kiri dengan gerakan yang harus dilakukan secara kompak dan disesuaikan dengan Irama musik pengiring. Adapun makna dari Tari Lulo Ini adalah sebuah ungkapan kegembiraan dan rasa syukur akan kebahagiaan yang mereka dapatkan tarian ini juga menjadi salah satu media untuk mempersatukan dan Mempererat hubungan di antara masyarakat yang dibuktikan dengan cara mereka melakukan tarian Lulo secara bersama-sama tanpa memandang status sosial gender dan agama.

 

Marilah kita lestarikan budaya Kota kita Kota Kendari!!

Tidak Ada Tag