Verifikasi STBM Lima Pilar Tingkat Provinsi Diikuti Kota Kendari
Penilaian STBM lima pilar ini dilakukan di Kelurahan Mandonga (RW 06, RT 24), Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Rabu, 31 Agustus 2022. Foto: La Ato.
LABRITA.ID - Kota Kendari mengikuti verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar tingkat provinsi. Penilaian STBM lima pilar ini dilakukan di Kelurahan Mandonga (RW 06, RT 24), Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Rabu, 31 Agustus 2022.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum menjelaskan, penilaian STBM lima pilar ini meliputi, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga, dan pengelolaan sampah rumah tangga.
"Sekarang penilaiannya sudah lima pilar. Nah, ini dia verifikasinya, bukan hanya stop buang air besar sembarangan saja, tapi sekarang sudah lima-limanya," jelas Rahminingrum saat verifikasi STBM lima pilar.
Menurutnya, Kota Kendari sudah layak menerima apresiasi STBM lima pilar. Sebab, dari sisi pengelolaan sampah, limbah cair, dan air bersih terus mengalami perubahan ke arah yang positif.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Verifikasi STBM Kota Kendari, Fatma Suriana mengatakan, Kota Kendari merupakan kabupaten atau kota pertama di Sulawesi Tenggara yang sudah melaksanakan lima pilar STBM.
"Sejak tahun 2020, Kota Kendari sudah deklarasi untuk pilar pertama," ucapnya.
Setelah verikasi ini, iaberharap, Kota Kendari bisa masuk untuk menerima penghargaan STBM Award dari kementerian kesehatan.
Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kota Kendari menjelaskan, STBM lima pilar Kota Kendari telah didukung dengan kebijakan Peraturan Wali (Perwali) Kota Kendari Nomor 18 Tahun 2021 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Verifikasi ini, lanjutnya, untuk menilai apakah masyarakat sudah terlibat dalam kegiatan pemerintah kota dalam upaya hidup sehat atau belum.
"Tetapi intinya, bagaimana kita mengubah pikiran masyarakat. Contohnya, tidak boleh buang air besar sembarangan, karena itu berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan diri," jelasnya.
"Dan kalau itu sudah terjaga, cara berpikir kita juga akan sehat, insyaallah," tambahnya.