2020, Pemkot Kendari Janji Benahi PDAM

Ilustrasi (Foto: Labrita.Id)

02/01/2020 431

LABRITA.ID - Keluhan warga terkait buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari selama ini disahuti Pemerintah Kota Kendari. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku akan membenahinya pada tahun 2020.

Di hadapan awak media saat menggelar diskusi di Kawasan Kali Mandonga, Selasa (31/12/2019), orang nomor satu di Kota Kendari tersebut mengakui kondisi PDAM saat ini masih bermasalah.

"Kami tahu betul bahwa pelayanan air bersih di Kota Kendari masih jauh dari yang diharapkan, bahkan bisa dikatakan buruk," kata Sulkarnain.

Ia mengungkapkan, masalah perusahaan plat merah tersebut dapat dilihat dari hasil audit BPK RI dan BPKP Sulawesi Tenggara.

Jumlah sambungan PDAM Kota Kendari sendiri hanya melayani di bawah 20 ribu pelanggan. Padahal beberapa tahun yang lalu pelanggannya mencapai angka 40 ribu.

Buruknya pelayanan PDAM Kendari beberapa tahun belakangan ini disebabkan berbagai faktor. Alat yang sudah tua, kapasitas penampungan, dan sistem perpipaan banyak yang telah usang sehingga terjadi kebocoran air di berbagai titik sebelum sampai ke rumah warga. Selain itu, kebocoran ini juga membuat air bercampur tanah yang berakibat kualitas air buruk.

"Kebocorannya sudah di angka 52 persen. Artinya total air yang diproduksi itu 52 persen tidak sampai ke masyarakat," terang Sulkarnain.

Untuk itu, ia mengaku pihaknya sejak awal menjabat telah menjabarkan masalah yang dihadapi PDAM sekaligus menetapkan langkah-langkah yang baru dapat diambil pada tahun 2020.

Baca Juga: Solusikan Penyediaan Air Bersih, Pemkot Kendari Gandeng Investor

"Mohon doa dari kita semua. Insya Allah tahun 2020 kita akan mulai bergerak untuk membenahi PDAM yang bermasalah ini. Kita sudah diskusikan dan membentuk tim penanganan PDAM," kata Sulkarnain.

Ia mengungkapkan pada pertengahan tahun 2020 akan mulai melakukan pembenahan PDAM dan pemindahan intake (penampungan) dengan kapasitas debit air mencapai 900 liter perdetik.

Dengan kapasitas produksi tersebut, PDAM Kota Kendari nantinya dapat melayani 80 persen warga Kota Kendari atau sekitar 70 sampai 75 ribu satuan sambungan.

Laporan: La Ato