Profesionalisme Seorang Yusran Fahim

Yusran Fahim (Foto: Dok/labrita.id)

24/01/2018 1260

LABRITA.ID - Orangnya ramah dan lembut. Kerutan wajah dan dahinya yang lebar menambah kesan sebagai orang yang bijak. Berbicara datar tetapi berbobot. Bila sudah asyik berbincang, banyak pengetahuannya mengalir keluar. Kesan profesional sangat kental dalam pembicaraannya. Yusran Fahim itu namanya.

Yusran mengawali bisnisnya di Bau-Bau dengan mendirikan apotek di awal tahun 1990-an. Saat itu, masih terbatas jumlah apotek yang ada. Walaupun belum sepadat sekarang, kebutuhan masyarakat Bau-Bau terhadap obat tidaklah sedikit. Efeknya, usahanya tersebut perlahan menjadi besar.

Kemudian Yusran mendirikan rumah sakit. Awalnya merupakan klinik dengan beberapa dokter. Karena kepercayaan masyarakat, Rumah Sakit Murhum terus berkembang. Bahkan sudah diakreditasi oleh Kementrian Kesehatan. Yusran bersyukur, usaha yang dirintis dengan susah payah dapat berkembang dan terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Bau-Bau. Kepercayaan masyarakat Bau-Bau inilah yang dipegang Yusran dalam kesehariannya.

Setelah itu, Yusran melihat peluang dalam distribusi BBM. Walaupun keuntungan tidak besar, perputaran BBM yang tinggi menarik minatnya. Berbekal pengalamannya di waktu yang lalu, Yusran terjun langsung mengelola distribusi BBM. 

Tidaklah mudah mengelola distribusi BBM, karena ada kewajiban membantu tugas pemerintah memenuhi kebutuhan BBM ini. Distribusi BBM ini sensitif dengan permintaan masyarakat. Keterlambatan sebentar saja akan menimbulkan antrian yang panjang. Kerawanan sosial bisa muncul dalam sesaat. Dalam bisnis distribusi BBM, komitmen adalah hal terpenting. Komitmen terhadap pemerintah dan terlebih lagi komitmen terhadap masyarakat.

Pengurusan BBM membuat Yusran banyak berinteraksi dengan pemerintah daerah. Yusran ditawari kerjasama pembangunan infrastruktur. Keterbatasan perusahaan pembangunan infrastruktur membuat Yusran tertarik. Tahap awal Yusran hanya mengerjakan jalan di dalam Kota Bau-Bau. Pada akhirnya, Yusran sudah menggarap pembangunan jalan nasional di Buton dan Buton Selatan.

Yusran melihat perjalanan karirnya selama ini karena bimbingan Allah SWT. Peluang dan hasil kerja kerasnya merupakan pemberian dari Sang Pencipta. Ketika ditanyakan apa doa yang paling diharapkannya? "Keberkahan dari Allah untuk selalu memberikan manfaat kepada masyarakat," tegas Yusran di kediamannya, Sabtu (16/1/2018). (hz-01).