Wali Kota Kendari Bakal Tata Kelurahan Puday-Lapulu Seperti Kawasan Bungkutoko-Petoaha

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. (Foto: Labrita.Id)

14/04/2021 58

LABRITA.ID - Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir kembali mengusulkan penataan wilayah kumuh skala kawasan yang terletak di Kelurahan Puday dan Lapulu, Kecamatan Abeli dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Sulkarnain Kadir mengatakan, Pemkot Kendari diberi waktu hingga akhir April 2021 untuk memperbaiki dokumen yang diajukan kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sultra.

Sulkarnain mengaku, jika program Kotaku ini dapat terwujud, pihaknya akan menata Kelurahan Puday-Lapulu sebagaimana wajah kawasan Bungkutoko dan Petoaha saat ini.

"Kita akan ubah landscape wilayah itu, termasuk pengelolaan sampah, dan air bersihnya," ungkap Sulkarnain setelah rapat di Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra pada Selasa (13/4/2021).

Untuk masyarakat terdampak, ia mengatakan, Pemerintah Kota Kendari telah melakukan sosialisasi dan siap mengikuti program yang diusulkan.

"Kita telah kumpulkan mereka, tidak ada yang menolak. Kita juga sudah menyediakan alternatif pemukiman bagi mereka yang terdampak, yakni dengan penyiapan rumah susun (rusun) yang akan ditinggali selama satu tahun," kata Sulkarnain.

Warga yang terdampak dari program tersebut sebanyak 45 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, ia mengatakan, ada tiga yang butuh penggantian.

"Mereka yang bersedia tinggal di rusun secara gratis ini juga kita akan berikan modal usaha agar bisa mandiri," ujar Sulkarnain.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Firman Aksara mengatakan, kehadiran Wali Kota Kendari secara langsung dalam menyampaikan usulan Program Kotaku untuk segmen Kelurahan Puday-Lapulu yang akan ditata sebagaimana Bungkutoko dan Petoaha merupakan bentuk dari keseriusan Pemerintah Kota Kendari.

"Untuk menyiapkan dan melengkapi dokumen perencanaan yang dibutuhkan kita beri waktu hingga akhir April ini. Diharapkan akhir April tahun ini sudah bisa kita lelang untuk pembangunannya dan mudah-mudahan kita bisa bangun di tahun ini," ujarnya.

Menurutnya, apa yang diusulkan Pemerintah Kota Kendari merupakan salah satu prioritas untuk penanganan kawasan kumuh.

"Jadi ini sudah tepat. Luasnya itu sekitar 15 hektar. Insya Allah Juni 2022 kawasan Puday-Lapulu sudah bisa kita saksikan," katanya. (on-04)