Serabut Kelapa Asal Sultra Diekspor ke China

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat Melepas Serabut Kelapa di Pelabuhan Bungkutoko Kendari.

08/07/2020 55

LABRITA.ID – Pertama kalinya Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kendari memfasilitasi proses ekspor serabut kelapa sebanyak 18 ton dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Komoditas senilai Rp 52,5 juta ini akan di ekspor ke Wheifang-China. Ekspor langsung dilakukan melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari.

“Ekspor komoditas serabut kelapa ini mendatangkan angin segar bagi ekspor nonmigas Sultra. Sebelumnya Sultra memiliki komoditas ekspor unggulan ekspor, Cocoa Butter, namun adanya pandemi Covid 19 ini membuat produksi komoditas tersebut terhenti," ujar Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno ginting dalam rilis yang diterima Labrita.Id, Selasa (7/7/2020).

Menurut Ginting, selain Cocoa Butter, wilayah Sultra memiliki beberapa komoditas yang dapat dijadikan komoditas unggulan diantaranya kopra, kakao, beras, jambu mete, cengkeh, jagung, lada, kemiri, dan sarang burung walet.

Baca Juga: Beras Sultra Dikirim ke Berbagai Daerah di Indonesia

Namun, lanjutnya, saat ini komoditas dari Sultra ini lebih banyak dikirim ke pasar domestik terlebih dahulu. Setalah itu, baru kemudian diekspor dari wilayah lain sebagai contohnya jambu mete.

Prayatno menegaskan untuk memenuhi persyaratan ekspor dari negara tujuan serabut kelapa ini telah diperiksa dan dinyatakan bebas organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pemeriksaan fisik dan administrasi juga dilakukan terhadap serabut kelapa ini. 

Sampel yang diperiksa di laboratorium karantina tumbuhan dengan pengujian secara mikroskopis untuk mengetahui adanya OPT pada serabut kelapa ini.

Baca Juga: Kementan Dukung Peningkatan Hasil Pertanian di Sultra

“Tidak ada serangga spesifik yang dipersyaratkan negara tujuan, kita hanya menjaga komoditas harus bebas dari hama gudang Necrobia rufipes atau Alphitobius spp,” jelas Prayatno.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi saat melepas ekspor serabut kelapa ini memberikan dukungan dan mendorong agar ekspor ini terus berkelanjutan. 

"Saya sangat mengapresiasi capaian ini, dan saya berharap dengan meningkatnya kegiatan-kegiatan ekspor di Sulawesi Tenggara dapat memicu peningkatan investasi," terang Ali Mazi. (il-02)