Tiga Opsi Penundaan Pilkada Serentak 2020

Ilustrasi (Labrita.Id)

06/04/2020 245

LABRITA.ID - Buntut dari penundaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akibat wabah Covid-19, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengajukan tiga pilihan penundaan kepada pemerintah.

Pilihan pertama yang ditawarkan pelaksanaan pilkada diundur menjadi 9 Desember 2020 dari sebelumnya 23 September 2020. Pilihan ini ditawarkan dengan pertimbangan jika penundaan tahapan selama tiga bulan.

Baca Juga: Pilkada 2020 Ditunda, Anggaran yang Belum Terpakai Untuk Corona

"Berarti tahapan yang berhenti (ditunda) bisa dilanjutkan setelah masa tanggap darurat selesai tepat waktu 29 Mei 2020," kata Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Senin (30/3/2020) dikutip dari antaranews.com.

Pilihan kedua, pilkada ditunda selama 6 bulan dan pemilihannya digelar pada 17 Maret 2021. Lalu, opsi ketiga yakni penundaan selama 12 bulan dengan hari pemilihan pada 29 September 2021.

"Pada prinsipnya semua pihak (Komisi II, Mendagri, Bawaslu, dan DKPP) setuju Pilkada Serentak 2020 ditunda. Namun belum sampai pada kesimpulan kapan ditundanya," katanya.

Menurut Pramono, belum adanya kesepakatan terkait waktu dikarenakan masih terjadi perbedaan pendapat dalam pengambilan kebijakan nantinya. Namun, ia mengungkap semua pihak mulai mengarah pada pelaksanaan pilkada yang tak bisa digelar tahun 2020.

Pemerintah, DPR, dan KPU bersepakat penundaan ini mestidiatur dalam Perppu. Hal ini dikarenakan revisi undang-undang dengan situasi saat ini tak bisa dilaksanakan karena kebijakan menjaga jarak antar orang.