Yang Perlu Dilakukan Liverpool Menghadapi Musim Depan (bagian satu)

Jurgen Klopp (Foto: skysports.com)

18/06/2019 143

LABRITA.ID - Liverpool mencetak rekor poin sebagai runner up EPL musim kompetisi 2018/2019 dengan 97 poin. Konsistensi permainan yang bagus sehingga dua pemainnya menjadi pencetak gol terbanyak di EPL, Mo Salah dan Sadio Mane. Alisson Becker pun mendapatkan Golden Glove atas clean sheet terbanyak dan jumlah kebobolan tersedikit. Jangan lupa, Virgil van Dijk terpilih menjadi pemain terbaik EPL. Liverpool sendiri menjadi tim paling sportif dengan jumlah pelanggaran dan kartu paling sedikit.

Liverpool musim ini hampir sempurna karena seimbang antara kualitas menyerang dan bertahan. Masalah mereka adalah adanya Pep Guardiola di Manchester City. Maka butuh kesempurnaan untuk mengalahkan City di EPL musim depan.

Baca Juga: Pelajaran dari Liverpool dan Tottenham di Semifinal UCL 2019

Musim 2017/2018, Liverpool boleh dibilang terlalu tangguh bagi City. The Reds mampu mengalahkan City 3 kali, yaitu 1 kali di EPL dan 2 kali di UCL. Musim 2018/2019, Liverpool hanya mampu imbang di Anfield dan kalah 1-2 di Etihad.

Penyebab lain Liverpool tak sempurna musim ini adalah mendapat 7 kali draw sepanjang liga. Sulit mencari kelemahan lini penyerang Liverpool yang terdiri atas Firmino, Mane dan Salah. Divock Origi dan Xerdan Shaqiri sendiri sudah naik level sebagai supersub lini serang Liverpool. Kualitas dan kecerdikan permainan diperlihatkan saat menaklukan Barcelona 4-0 di semifinal UCL. Origi mencetak 2 gol dan Shaqiri memberikan 1 assist untuk gol kedua Georginio Wijnaldum.

Untuk meningkatkan kualitas permainan, Liverpool perlu melakukan empat hal berikut di musim panas ini.

1. Merekrut Pemain di Lini Pertahanan dan Gelandang

Secara umum, pasukan Jurgen Klopp telah lengkap. Menambah pemain dengan karakteristik khusus akan menyempurnakan Klopp System. Liverpool butuh bek yang mempunyai sifat kepemimpinan kuat. 

Baca Juga: Perlawanan Juergen Klopp

Beban tersebut dipikul Virgil van Dijk sendirian di awal kedatangannya. Di akhir musim 2018/2019, van Dijk terbantu dengan kehadiran dan adaptasi Fabinho sebagai gelandang bertahan. Barcelona dan Bayer Muenchen adalah korban kesolidan mereka di UCL.

Beruntung pada musim lalu, van Dijk bisa bermain di semua pertandingan. Tanpa van Dijk, banyak yang meragukan Joel Matip-Dejan Lovren-Joe Gomez. Secara kualitas permainan, ketiga bek sentral Liverpool cukup bagus. Liverpool membutuhkan bek pemimpin yang mampu mengatur pertahanan mereka. Selain itu, Lovren dan Gomez pun sering cedera. 

Pemain Bertahan yang Bisa Melengkapi Pertahanan Liverpool

Baca Juga: Para Pemain Liverpool yang Berhasil Dipoles Klopp

1. Matijjs De Ligt
Walau berusia 19 tahun, De Ligt telah menjadi Kapten Ajax. Di bawah kepemimpinan De Ligt, Ajax masuk semifinal UCL sebelum dikalahkan Tottenhan Hotspurs. Ajax sempat mengalahkan Real Madrid dan Juventus di babak perdelapan dan perempat final. Masalah De Ligt hanya satu yaitu harga jualnya yang tinggi. Ajax meminta £70 juta untuk tanda tangan De Ligt.

2. Diego Godin
Kapten Atletico Madrid teruji dalam berbagai kesempatan. Terutama saat Atletico mampu menjuarai La Liga 2013/2014. Kemampuannya menjaga area pertahan tim asuhan Simeone terbilang lengkap. Godin sering berduel keras menghadapi para sttiker top di La Liga. Kepemimpinan Godin yang juga Kapten Timnas Uruguay tidak perlu diragukan lagi. Masalah Godin hanya pada usianya yang sudah lebih dari 30 tahun dan dikabarkan akan merapat ke Inter Milan.

3. Sergio Ramos
Nama ini sangat kontroversial di kalangan pendukung Liverpool. Ramos-lah menjadi salah satu sebab kekalahan Liverpool di final UCL 2017/2018. Salah 'dibanting' Ramos hingga cedera di babak pertama. Tapi bila Liverpool mencari bek berkualitas dan memiliki kepemimpinan kuat maka Ramos-lah orangnya. Kapten Real Madrid dan Timnas Spanyol yang penuh bintang ini merupakan sosok yang siap berkorban untuk timnya.

Masalah Sergio Ramos adalah usianya sudah lebih dari 30 tahun dan penolakan dari sebagian besar supporter The Red. Namun, fans mungkin akan bisa menerima kehadiran Ramos bila menyadari strategi memenangkan EPL setelah 28 tahun.

Baca Juga: Yang Perlu Dilakukan Liverpool Menghadapi Musim Depan (bagian dua)

Penulis: Rizal