Barantan Dorong Komoditas Pertanian di Sultra Diekspor Langsung

Pelepasan Komoditas Pertanian Sultra untuk Diekspor ke Luar Negeri Melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari. (Foto: Karantina Pertanian Kendari)

08/07/2020 52

LABRITA.ID - Hasil pertanian di Sulawesi Tenggara tercatat masih banyak dikirim ke luar provinsi baru kemudian di ekspor ke luar negeri. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil dalam rilis yang diterima Labrita.Id, Selasa (7/7/2020).

Menurut Ali Jamil, hal ini sangat disayangkan karena  potensi pertanian di Sultra termasuk tinggi. Untuk itu, wilayah Sultra butuh banyak dorongan agar bertambah komoditas ekspor yang bisa diekspor langsung. 

Baca Juga: Serabut Kelapa Asal Sultra Diekspor ke China

Berdasarkan data IQFAST di Karantina Pertanian Kendari di semester awal tahun 2020 tercatat lalu lintas domestik 9 produk pertanian unggulan asal Sultra sebanyak 50.157,4 ton dengan nilai Rp 861,7 miliar. 

Komodits tersebut berupa kopra sebanyak 24.282 ton, kacang mede sebanyak 4.424 ton, kakao 1.150 ton, jagung sebanyak 5.417 ton, cengkeh sebanyak 6.938 ton, lada sebanyak 642 ton, pala 68 ton, kemiri sebanyak 1.431 ton, dan beras sebanyak 10.984 ton.

Baca Juga: Beras Sultra Dikirim ke Berbagai Daerah di Indonesia???????

Jamil mengatakan di tiap unit pelaksana karantia pertanian, termasuk Kendari siap memberikan pendampingan jika ada masyarakat yang ingin melakukan ekspor produk pertanian. Layanan Klinik Ekspor di Pelabuhan Kendari New Port (KNP) akan siap menerima pengguna jasa setiap hari.

“Pendampingan Karantina Pertanian ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian untuk meningkatkan ekspor produk pertanian hingga tiga kali lipat, terlebih di masa pandemi ini sektor pertanian menjadi salah satu andalan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi Indonesia,” tutup Jamil. (il-02)

Baca Juga: Kementan Dukung Peningkatan Hasil Pertanian di Sultra???????