Klopp Mesti Lakukan Ini Untuk Pengembangan Liverpool (3)

Jurgen Klopp (Foto: skysports.com)

14/08/2019 6

LABRITA.ID - Transfer musim panas kali ini, Liverpool sudah mendapatkan dua pemain muda potensial yang sempat bermain di liga utama Belanda dan Inggris yaitu Sepp van Den Berg dan Harvey Elliot. Masih ada beberapa pemain muda di klub lain juga dihubungkan dengan Liverpool. 

Sebab Liverpool Layak Juara EPL 2019/2020
Dari segi permainan, semakin padunya Fabinho dan Keita di lini tengah Liverpool. Kedua rekrutan musim lalu terlihat lambat beradaptasi dengan ritme rock and roll Klopp. Menjelang akhir musim, performa keduanya mampu menambah kekuatan lini tengah Liverpool. Ketika Fabinho dan Keita sudah tampil bagus, Klopp mendorong Henderson lebih ke depan untuk membantu serangan. Performa dahsyat menyerang Kapten Liverpool ini diperlihatkan pada pertandingan kedua semifinal UCL saat menaklukan Barcelona. Henderson terus berlari, menekan pemain lawan dan merebut bola. Termasuk memberikan umpan dan menembak ke gawang. Hasilnya Barcelona tersingkir dengan kekalahan 4-0.

Dari segi fleksibilitas, Tim Liverpool memiliki fleksibilitas pemain yang baik. Saat ini, Klopp memiliki tujuh pemain tengah yang bersaing ketat untuk mendapatkan tiga posisi utama yaitu Henderson, Fabinho, Keita, Wijnaldum, Milner, Lallana, dan Chamberlain. Kualitas permainan mereka relatif seimbang dan sama-sama bertenaga. 

Baca Juga: Klopp Mesti Lakukan Ini Untuk Pengembangan Liverpool (2)

Musim lalu, Henderson pernah dimainkan sebagai bek kanan dan Milner sebagai bek kiri. Klopp juga pernah menempatkan Fabinho sebagai bek tengah dan Wijnaldum menggantikan Firmino saat melawan Barcelona di semifinal UCL. Chamberlain sendiri diuji coba oleh Klopp bermain di sayap seperti peran terakhirnya di Arsenal. Keita bisa bermain di 3 posisi lapangan tengah Liverpool. Di beberapa kesempatan pra musim, Lallana diperankan sebagai gelandang pembagi bola di lini tengah.

Di musim 2017/2018, Klopp sangat mengandalkan lini serang yang terdiri atas Mo Salah, Firmino dan Mane. Pada musim 2018/2019, Van Dijk dan Alisson Becker sangat berperan dalam menggalang kekuatan pertahanan sehingga Liverpool menjadi klub paling sedikit kebobolan dibandingkan klub EPL lainnya. 

Baca Juga: Klopp Mesti Lakukan Ini Untuk Pengembangan Liverpool (1)

Di musim 2019/2020, Liverpool bisa mengandalkan lapangan tengahnya. Pilihan utama adalah Fabinho di gelandang bertahan untuk melindungi pertahanan yang digalang oleh Van Dijk. Gelandang pengatur keseimbangan diperankan oleh Naby Keita. Henderson berperan sebagai gelandang yang lebih ke depan membantu serangan. Intinya gelandang Liverpool adalah berpengalaman dan sudah sangat padu dalam kerja sama.

Dari segi taktik, Liverpool sudah mampu menjalankan beberapa taktik Klopp. Liverpool yang dua kali melawan Barcelona dengan Liverpool yang bermain di final UCL adalah 2 tim berbeda sama sekali. Di Camp Nou, Liverpool mengungguli penguasaan bola dari Tim Tiki Taka dunia dengan 53%. Tapi di final UCL, Liverpool kalah penguasaan bola dan tembakan ke gawang dari Tottenham Hotspurs. Tapi hasilnya adalah Liverpool menjadi juara UCL.

Baca Juga: Yang Perlu Dilakukan Liverpool Menghadapi Musim Depan (bagian satu)

Yang belum teruji dari Liverpool adalah pertahanan Liverpool menghadapi pertandingan dengan sesama big six dan Van Dijk berhalangan bermain. Apakah Matip dan Gomez mampu mengimbangi Kun Aguero, Sterling dan Mahrez? Atau menghentikan Lacazette dan Aubameyang? Ditambah Kane, Son dan Moura? Pertandingannya tentu akan menarik kita tonton langsung. YNWA. Bagaimana pendapat Anda?