Liverpool vs City: Pembuktian Rivalitas di Anfield

09/11/2019 47

LABRITA.ID - Pertemuan menarik Liga Inggris (EPL) akan terjadi pada pekan ini. Pemimpin klasemen sementara, Liverpool akan berhadapan dengan Manchester City yang bertengger di peringkat kedua. Pertarungan yang akan dihelat di Anfield ini, oleh banyak pengamat sepakbola dilihat sebagai dua kekuatan terbesar di EPL saat ini. 

Bersuanya Liverpool dengan City tentu berbeda dengan pertemuan Juventus kontra Inter Milan. Dua raksasa Italia itu baru bersaing kembali di musim ini dan tidak pada beberapa musim sebelumnya. Pun demikian dengan El Clasico La Liga Spanyol musim ini yang pertemuan awalnya diundur karena situasi politik di Catalonia. Sementara Liverpool kontra City merupakan persaingan yang dimulai sejak sebelum musim 2019/2020 bergulir.

Baca Juga: Adu Mental Guardiola dan Klopp

Sejak musim sebelumnya keduanya bersaing ketat. Pada musim lalu, City mengunci gelar juara dengan unggul satu poin dari klub asal Kota Pelabuhan tersebut. Musim 2017/2018, Liverpool menendang The Citizen di perempat final Liga Champions Eropa.

Saat ini, Liverpool unggul enam poin dari rivalnya di EPL tersebut. Otomatis deretan pertandingan Liverpool dan City akan menarik untuk ditonton para penggemar sepakbola. 

Suasana panas sudah terbangun beberapa pekan sebelum pertandingan berlangsung. Kevin De Bruyne mengingatkan pendukung City agar tenang karena Liverpool pasti akan kehilangan poin. Tak lama kemudian, Liverpool imbang 1-1 melawan Manchester United. Selisih delapan poin berkurang menjadi enam.

Baca Juga: Klopp Mesti Lakukan Ini Untuk Pengembangan Liverpool

Suhu pertandingan juga merembet ke komentar tajam antar kedua pelatih. Di konferensi pers kemenangan City melawan Southampton, Pep Guardiola menyerang langsung Sadio Mane dengan menyebut beberapa kali melakukan Diving. 

Serangan ini mendapatkan komentar dari para pundit EPL. Jamie Redknapp mengaku terkejut dengan pernyataan Guardiola yang tidak biasa di Inggris, menyerang pemain klub rival. Jamie yang mantan kapten Liverpool ini menyimpulkan Pep agak ketakutan dengan performa Mane yang terus menanjak.

Mane sendiri menanggapi dingin serangan mantan bos Barcelona dan Bayer Muenchen itu. "Pemain City memiliki kualitas yang sangat bagus tapi demikian pula pemain Liverpool. Saya sangat menantikan pertandingan ini," kata pemain Timnas Senegal ini. 

"Bila harus 'diving' untuk memenangkan Liverpool, saya akan melakukannya. Tapi pernyataan bos benar, saya tidak pernah diving," lanjut Mane sambil tertawa.

Klopp sendiri jelas membela penyerangnya itu. "Saya heran dengan komentarnya tersebut padahal kami bertanding bersamaan. Sempatkah dia menyaksikan langsung pertandingan Kami? Mane tidak diving dan jelas ada kontak fisik pada momen tersebut," sindir Klopp tajam. 

Baca Juga: Menanti Sentuhan Maksimal Guardiola di Manchester City

"Yang jelas saya tidak ingin menyinggung City yang sering melakukan tactical foul," lanjut Klopp.

Anfield sendiri tempat yang sulit ditaklukan City. Sejak 2003, City belum pernah menang di stadion legendaris tersebut. Musim lalu, Klopp sempat menyindir gaya main pasukan Guardiola di Anfield yang membuat 'Catenacio' versi Inggris. City menumpuk pemainnya di depan gawang ketika ditekan Liverpool. 

Inilah sepakbola, setiap kesebelasan bisa mengatur strateginya sendiri. Hasil pertandingan itu sendiri berakhir tanpa gol. Guardiola yang dikenal kukuh mempertahankan gaya main menyerang harus merubah permainan City menjadi lebih bertahan karena Anfield.

Tekanan jelas ada di Manchester City yang harus memenangkan dua pertemuannya dengan Liverpool di musim ini. Tertinggal enam poin harus dikejar Aguero dan kawan-kawan. Mereka tak perlu menggantungkan nasib kepada klub lainnya. 

Tak berhenti di situ, Guardiola melanjutkan serangannya dengan pertanyaan sarkastik pada saat press conference Liga Champions.

"Sudah berapa abad Liverpool tidak kalah di Anfield?" katanya saat menjawab pertanyaan wartawan tentang peluang City melawan Liverpool.

Liverpool sendiri sudah melakukan rotasi pemainnya saat jumpa Genk di Anfield pekan ini. Henderson, Robertson, Firmino, dan Mane diistirahatkan. Pemain utama Liverpool yang tidak bisa tampil karena cedera hanya bek Joel Matip.

Sedangkan City tetap menurunkan pemain utamanya dan mendapatkan hasil seri dengan Atalanta di penyisihan grup Liga Champions. Ederson harus diganti di awal babak kedua karena alasan cedera. Belum diketahui kesiapan kiper kedua Timnas Brazil tersebut menghadapi Liverpool.

Baca Juga: Perlawanan Juergen Klopp

Aguero sendiri mencoba menurunkan suhu panas dengan menyebutkan Manchester Merah-lah musuh utama City. Masalahnya, MU sudah menjadi masa lalu City karena tidak tidak pernah berkompetisi ketat paska Ferguson pensiun. City sendiri mendominasi kompetisi di Inggris sejak Mourinho dipecat MU.

Tidak sepanas Pep versus Morinho di Spanyol dulu ataupun Mourinho melawan Arsene Wenger. Namun, Pep mulai menerapkan strategi yang sama menghadapi seterunya tersebut. Sebaliknya, Klopp malah memuji rivalnya tersebut.

"Saya sangat menghormati dan selalu memposisikan diri kecil di hadapannya karena bagi saya, Guardiola adalah manajer terbaik di dunia," kata Klopp.

Kita tunggu pertandingan menarik dari dua tim yang sama-sama mengusung permainan offensif ini.

Penulis: Rizal

Tidak Ada Tag